Calon Ibu Tiri Spesialku
Biar aku bantu lap," aku segera menyambar serbet bersih yang tergantung di dekat wastafel.
Tanpa menunggu persetujuannya, aku menempelkan serbet itu ke dadanya, mengusapnya dengan gerakan yang seolah-olah ingin mengeringkan, namun sebenarnya aku ingin merasakan apa yang ada di baliknya.
”Radit, jangan... biar Mama saja...” suaranya melemah.
Aku tidak mendengarkan. Aku terus mengusap, dan di sela gerakan itu, aku memberikan sedikit remasan yang nyata pada gundukan kenyal itu.
”Ah... mmpth...” Sebuah desahan halus namun jelas lolos dari bibir Mama Sarah.
Aku berhenti sejenak, menatap matanya yang kini tampak sayu dan berkabut. ”Mama? Apa barusan Mama mendesah?”
Hot Chapters