Sehangat Dekapan Mantan
Aroma tumisan hangat memenuhi ruangan, harusnya terasa nyaman, tapi justru membuat dada Raya mengencang.
Wanita itu menoleh, sedikit terkejut melihat kehadiran Raya, lalu tersenyum ramah.
“Oh, Non sudah bangun,” katanya lembut, seolah mereka sudah saling mengenal.
Raya terpaku sepersekian detik sebelum akhirnya mengangguk kecil. “Iya…”
Wanita itu mematikan api, lalu mendekat satu langkah. “Saya Bibi Sum,” katanya sambil menunduk sopan. “Yang biasa masak dan merapikan kediaman Tuan Jagara.”
Bab Populer