Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
MENJEMPUT CINTA DI UJUNG GELAM

MENJEMPUT CINTA DI UJUNG GELAM

"Aku menemukan puisi ini di kamarmu ketika pagi itu kudapati kamarmu telah kosong, dan remasan kertas yang mungkin kau kira telah terbuang ke tempat sampah ternyata meleset ini kutemukan." "Nyanyian Rindu." ucapnya menirukan judul puisi yang beberapa hari lalu kutulis. "Puisi ini dengan jelas menunjukkan perasaanmu. Kamu mengira aku telah menikah dengan Ning Adiba." Ia sedikit terkekeh. Lalu ia membaca salah satu baitnya. Berpuluh-puluh musim telah berganti Nyanyian katak telah berganti ocehan prenjak di pagi hari
109.3K viewsCompletedAdded to Library 314 Times as imaji dalam puisi
Show Reviews (10)
Read
+Library
Mita el Rahma
Semoga terhibur dan mendapatkan sesuatu yang terselip-selip dalam cerita setiap chapternya ... Jangan lupa tinggalkan jejak rate dan komen karena itu adalah vitamin buat author ... Tengkyu untuk semua reader kesayangan yang udah kasih support. Semoga Allah limpahkan kasih sayangNya pada kita ...
Rendra Lima
lanjutannya usahain ceritanya yang ringan aja..klo bs konflik nya sedikit aja..klo terlalu banyak dan muter2 bakal bosen juga hehe...so far msh ringan lah...masih bisa dinikmati sambil minum soklat hangat di Indomaret..wkwkwkwkwk...
Read All Reviews
Rimba Memburu Senala

Rimba Memburu Senala

Dia mengucapkan bait terakhir bukan sebagai pembaca, melainkan sebagai undangan: “Ambillah tubuh ini, wahai puisi yang tak selesai. Biarlah aku menjadi lanjutan kata-katamu.” Dan gema menjawab. Namun bukan gema biasa—ini gema yang datang dari dalam dirinya. Tubuh Jatari menjadi medium. Bayang Saram tidak merasuk seperti hantu, melainkan mengisi celah antara detak jantung dan kata yang belum ditulis. Mata Jatari mulai memantulkan simbol, dan suaranya berubah menjadi irama yang membuat burung-burung batu menangis. Dia tidak sepenuhnya hilang, tapi dia bukan lagi satu orang: dia menjadi dualisme puisi hidup, antara masa lalu dan masa kini.
101.7K viewsCompletedAdded to Library 56 Times as imaji dalam puisi
Read
+Library
Diantara Imam dan Ibu

Diantara Imam dan Ibu

Jawab Salsa ngasal, ia tidak tahu harus menyebutkan judul film apa lagi. “Kirain kamu bakalan nangis habis nonton film itu. Kamu kan cengeng.” Canda Imam sambil menahan tawanya, ia tahu Salsa tidak suka dikatai cengeng. “Enak aja! Gue gak cengeng ya.” Balas Salsa tidak terima. “Selain cengeng, kamu juga gampang blushing ya.” Tidak Salsa sangka jika Imam akan menyerangnya dengan cara ini. Ia jadi bingung dan gelagapan sendiri, Apa tadi Salsa blushing saat Imam menembaknya?
2.3K viewsOngoingAdded to Library 82 Times as imaji dalam puisi
Read
+Library
My Imagine

My Imagine

tanya Herra kembali. "Emang kalau kamu melihat Imagine-mu itu seperti manusia biasa. Tapi saat kamu melihat Imagine milik orang lain, kamu bisa melihat perbedaan itu. Ada aura yang terlihat di tubuh mereka yang menandakan kalau mereka itu seorang Imagine," jelas Bulan "Terus kenapa kamu bilang tidak menggunakan 'My Imagine' lagi?" tanya Herra "Saya sudah tidak mau terikat dengan mereka lagi. Lagipula tugas mereka dengan saya sudah selesai," jawab Bulan
96.1K viewsOngoingAdded to Library 243 Times as imaji dalam puisi
Read
+Library
Bayangan Dalam Pandang

Bayangan Dalam Pandang

Akan tetapi pada kalimatnya tertera dengan begitu kentara bahwa pria itu kebingungan dengan dimensi shadow yang terbentuk di balik pintu rumah kosong. Satoru melirik ke arahku, seakan meminta agar aku memberi penjelasan singkat kepada Shiroyama-san. Aku hanya membalas dengan deheman singkat dan berkata, "Kegelapan yang anda saksikan adalah dimensi yang dibuat oleh shadow yang mengisi lukisan. Jika anda masuk ke dalam sana, tentunya anda tidak akan masuk ke dalam rumah kosong itu, tetapi ke sebuah ruang lain yang wujudnya tergantung dari keinginan shadow.".
103.0K viewsOngoingAdded to Library 74 Times as imaji dalam puisi
Read
+Library
Kebangkitan Pendekar Amnesia

Kebangkitan Pendekar Amnesia

Setelah membersihkan ayam itu sampai tuntas, Jimmy baru berbalik. Saat ini, Yasmin sudah mengenakan pakaiannya. Memang tidak terlalu pas. Namun ... enak dipandang! Saat itu, Jimmy sebenarnya ingin melantunkan sebuah puisi. Dilihat dari depan seperti punggung bukit, dari samping seperti puncak gunung, dari dekat maupun jauh, tinggi rendahnya berbeda-beda.
9.688.1K viewsCompletedAdded to Library 2.8K Times as imaji dalam puisi
Read
+Library
Betty da Jogja

Betty da Jogja

“Gini Mam, selama beberapa hari ini aAku sangat penasaran dengan orang yang telah menulis puisi ini.” Andre menyerahkan satu lembar kertas yang berisi puisi. Sengaja dia men-scan halaman pertama notes itu, berharap Imam tidak akan curiga dengan rencana sesungguhnya. Imam pun kemudian membaca puisi yang tertulis pada kertas tersebut. “Maaf Pak. Ada apa dengan puisi ini?” “Aku tertarik dengan puisi itu. Meski terlihat sederhana, tapi membuat aku terkesan. Tapi sayang aku tidak tahu siapa penulisnya.”
107.3K viewsOngoingAdded to Library 190 Times as imaji dalam puisi
Read
+Library
AEONIAN : Yang Pernah Terjadi Akan Abadi

AEONIAN : Yang Pernah Terjadi Akan Abadi

Mengapa kau mengalir pergi Kala ucap terpatri di hati Akankah kau buktikan kau benci dirimu sendiri Kau tolak empat mata Namun, kau suka main mata Nan, bolak balikkan kata Laksana bunga tidur yang terasa Pijar yang ku cari Bukan kata manis yang kau beri Nostalgia yang ku rasa Apa kau merasa hal yang sama? Iblis kejam... Lihat tanda tanya ini Bisakah kita menjadi sahabat? Atau Berteman hingga akhir hayat? Nan, maaf kutelusupkan kau dalam puisi ini 26-04-2018 “Siapa yang menulis puisi ini? Tidak ada penulisnya” ucap Arka “Mungkin di kotak tadi ada sesuatu yang lain” lanjut Arka sambil turun dari kasurnya mengambil kotak yang dia banting tadi
107.3K viewsCompletedAdded to Library 189 Times as imaji dalam puisi
Read
+Library
BAU MASAKAN DI TENGAH HUTAN

BAU MASAKAN DI TENGAH HUTAN

"Kau lihat lukisan itu baik-baik." Nek Imah menunjuk lukisan wanita cantik yang berpakaian bak Ratu, bila di lihat sekilas wanita itu hanya berdiri sendiri di sudut gambar. Namun saat ku perjelas, tampak bayangan laki-laki yang berpakaian seperti seorang raja. "Hah. Itu ....!" Apa mataku tidak salah lihat? Ah mungkin ini hanya ilusi saja. Aku meyakinkan diri di dalam hati.
1013.7K viewsCompletedAdded to Library 439 Times as imaji dalam puisi
Read
+Library
Ini Uangku, Mas!

Ini Uangku, Mas!

Ima menggaruk kepalanya yang tak gatal. "Gini deh, baca aja dulu, lihat tu cerita orang, nanti pasti ngerti deh." Sengaja tak kudodorkan tulisanku, takut aja ia membaca karena ada cerbungku terinspirasi darinya. He he. "Menjelaskan yang benar dong, Mbak, masak pake bahasa litertut litertur, seperti nggak niat ngajarin," cerocos Ima.
1073.5K viewsCompletedAdded to Library 2.1K Times as imaji dalam puisi
Read
+Library
PREV
123456
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status