Library
Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
MENJEMPUT CINTA DI UJUNG GELAM

MENJEMPUT CINTA DI UJUNG GELAM

"Aku menemukan puisi ini di kamarmu ketika pagi itu kudapati kamarmu telah kosong, dan remasan kertas yang mungkin kau kira telah terbuang ke tempat sampah ternyata meleset ini kutemukan." "Nyanyian Rindu." ucapnya menirukan judul puisi yang beberapa hari lalu kutulis. "Puisi ini dengan jelas menunjukkan perasaanmu. Kamu mengira aku telah menikah dengan Ning Adiba." Ia sedikit terkekeh. Lalu ia membaca salah satu baitnya. Berpuluh-puluh musim telah berganti Nyanyian katak telah berganti ocehan prenjak di pagi hari
109.4K viewsKumpletoIdinagdag sa Library 319 Beses bilang imaji dalam puisi
Ipakita ang mga Review (10)
Read
+Library
Mita el Rahma
Semoga terhibur dan mendapatkan sesuatu yang terselip-selip dalam cerita setiap chapternya ... Jangan lupa tinggalkan jejak rate dan komen karena itu adalah vitamin buat author ... Tengkyu untuk semua reader kesayangan yang udah kasih support. Semoga Allah limpahkan kasih sayangNya pada kita ...
Rendra Lima
lanjutannya usahain ceritanya yang ringan aja..klo bs konflik nya sedikit aja..klo terlalu banyak dan muter2 bakal bosen juga hehe...so far msh ringan lah...masih bisa dinikmati sambil minum soklat hangat di Indomaret..wkwkwkwkwk...
Basahin ang Lahat ng Review
Rimba Memburu Senala

Rimba Memburu Senala

Dia mengucapkan bait terakhir bukan sebagai pembaca, melainkan sebagai undangan: “Ambillah tubuh ini, wahai puisi yang tak selesai. Biarlah aku menjadi lanjutan kata-katamu.” Dan gema menjawab. Namun bukan gema biasa—ini gema yang datang dari dalam dirinya. Tubuh Jatari menjadi medium. Bayang Saram tidak merasuk seperti hantu, melainkan mengisi celah antara detak jantung dan kata yang belum ditulis. Mata Jatari mulai memantulkan simbol, dan suaranya berubah menjadi irama yang membuat burung-burung batu menangis. Dia tidak sepenuhnya hilang, tapi dia bukan lagi satu orang: dia menjadi dualisme puisi hidup, antara masa lalu dan masa kini.
102.0K viewsKumpletoIdinagdag sa Library 67 Beses bilang imaji dalam puisi
Read
+Library
Diantara Imam dan Ibu

Diantara Imam dan Ibu

Lanjut Imam. Salsa menghela nafas panjang, ia tidak mempan dengan kata-kata Imam yang entah itu benar atau tidak. Salsa tidak tahu apa yang harus ia lakukan sekarang, Ia menatap jalanan dan Imam bergantian. Sedangkan Imam dengan wajah datarnya terus menatap Salsa. Entah apa yang dipikirkan Imam, namun Salsa merasa kalau Imam sedang berharap sesuatu padanya.
2.4K viewsOngoingIdinagdag sa Library 86 Beses bilang imaji dalam puisi
Read
+Library
Bayangan Dalam Pandang

Bayangan Dalam Pandang

Akan tetapi pada kalimatnya tertera dengan begitu kentara bahwa pria itu kebingungan dengan dimensi shadow yang terbentuk di balik pintu rumah kosong. Satoru melirik ke arahku, seakan meminta agar aku memberi penjelasan singkat kepada Shiroyama-san. Aku hanya membalas dengan deheman singkat dan berkata, "Kegelapan yang anda saksikan adalah dimensi yang dibuat oleh shadow yang mengisi lukisan. Jika anda masuk ke dalam sana, tentunya anda tidak akan masuk ke dalam rumah kosong itu, tetapi ke sebuah ruang lain yang wujudnya tergantung dari keinginan shadow.".
103.1K viewsOngoingIdinagdag sa Library 76 Beses bilang imaji dalam puisi
Read
+Library
Kebangkitan Pendekar Amnesia

Kebangkitan Pendekar Amnesia

Setelah membersihkan ayam itu sampai tuntas, Jimmy baru berbalik. Saat ini, Yasmin sudah mengenakan pakaiannya. Memang tidak terlalu pas. Namun ... enak dipandang! Saat itu, Jimmy sebenarnya ingin melantunkan sebuah puisi. Dilihat dari depan seperti punggung bukit, dari samping seperti puncak gunung, dari dekat maupun jauh, tinggi rendahnya berbeda-beda.
9.690.8K viewsKumpletoIdinagdag sa Library 2.9K Beses bilang imaji dalam puisi
Read
+Library
AEONIAN : Yang Pernah Terjadi Akan Abadi

AEONIAN : Yang Pernah Terjadi Akan Abadi

Mengapa kau mengalir pergi Kala ucap terpatri di hati Akankah kau buktikan kau benci dirimu sendiri Kau tolak empat mata Namun, kau suka main mata Nan, bolak balikkan kata Laksana bunga tidur yang terasa Pijar yang ku cari Bukan kata manis yang kau beri Nostalgia yang ku rasa Apa kau merasa hal yang sama? Iblis kejam... Lihat tanda tanya ini Bisakah kita menjadi sahabat? Atau Berteman hingga akhir hayat? Nan, maaf kutelusupkan kau dalam puisi ini 26-04-2018 “Siapa yang menulis puisi ini? Tidak ada penulisnya” ucap Arka “Mungkin di kotak tadi ada sesuatu yang lain” lanjut Arka sambil turun dari kasurnya mengambil kotak yang dia banting tadi
107.4K viewsKumpletoIdinagdag sa Library 193 Beses bilang imaji dalam puisi
Read
+Library
BAU MASAKAN DI TENGAH HUTAN

BAU MASAKAN DI TENGAH HUTAN

"Kau lihat lukisan itu baik-baik." Nek Imah menunjuk lukisan wanita cantik yang berpakaian bak Ratu, bila di lihat sekilas wanita itu hanya berdiri sendiri di sudut gambar. Namun saat ku perjelas, tampak bayangan laki-laki yang berpakaian seperti seorang raja. "Hah. Itu ....!" Apa mataku tidak salah lihat? Ah mungkin ini hanya ilusi saja. Aku meyakinkan diri di dalam hati.
1013.8K viewsKumpletoIdinagdag sa Library 443 Beses bilang imaji dalam puisi
Read
+Library
Dalam Cengkeraman Empat Sultan

Dalam Cengkeraman Empat Sultan

Jari-jarinya tiba-tiba hilang rasa. Pak Mahesa tampak makin tertarik. “Jadi tokoh dalam puisi itu memilih melepaskan?” Raka bersandar santai di kursinya. “Atau mungkin,” ujarnya tenang, “dia sadar beberapa hal akan lebih indah kalau cuma dikenang.” Kalimat itu terdengar terlalu tulus di telinga Emma. Pak Mahesa tersenyum getir. “Kamu menulis seperti seseorang yang masih menyimpan rasa.”
103.8K viewsKumpletoIdinagdag sa Library 105 Beses bilang imaji dalam puisi
Read
+Library
Ini Uangku, Mas!

Ini Uangku, Mas!

Ima menggaruk kepalanya yang tak gatal. "Gini deh, baca aja dulu, lihat tu cerita orang, nanti pasti ngerti deh." Sengaja tak kudodorkan tulisanku, takut aja ia membaca karena ada cerbungku terinspirasi darinya. He he. "Menjelaskan yang benar dong, Mbak, masak pake bahasa litertut litertur, seperti nggak niat ngajarin," cerocos Ima.
1073.6K viewsKumpletoIdinagdag sa Library 2.1K Beses bilang imaji dalam puisi
Read
+Library
BANDIT GUNUNG BERBUDI LUHUR

BANDIT GUNUNG BERBUDI LUHUR

Di sana, tertulis dengan tinta hitam yang masih basah: "AKU INI BINATANG JALANG" "Apa-apaan ini?" gumam Sori. Awalnya ia merasa kata-kata itu kasar, aneh, dan tidak sopan untuk sebuah puisi. Namun, semakin ia menatapnya, semakin ia merasa hatinya tersayat. Kata-kata itu meledak dengan semangat pemberontakan, kesepian, dan kejujuran yang brutal—hal-hal yang tidak pernah ia temukan dalam puisi-puisi kekaisaran yang membosankan dan penuh basa-basi.
101.2K viewsOngoingIdinagdag sa Library 27 Beses bilang imaji dalam puisi
Read
+Library
PREV
123456
I-scan ang code para mabasa sa App
DMCA.com Protection Status