Rintik Hujan yang Tak Pernah Pulang
Aku langsung meringkuk di sana dan memejamkan mata rapat-rapat.
Setelah terjaga semalaman di pantai, saat ini aku hanya ingin tidur dengan tenang tanpa gangguan.
Ibu mendengus kasar. "Dia sama saja seperti ayahnya yang sudah mati itu. Sama-sama keras kepala, persis batu di lubang kakus, sudah bau, keras pula!"
Setelah itu, dia tersenyum lebar sambil merangkul lengan Ajeng.
"Ayo, Ibu dan Rangga akan mengantarmu beli baju baru. Sebentar lagi, 'kan mau kuliah, kamu harus tampil cantik dan menawan."
ตอนยอดนิยม