Hantaran Lebaran
"Tidak perlu memikirkan sesuatu yang dapat merusak mental kamu. Kalau mereka tak menyukaimu, kamu masih memiliki aku dan ayah yang selalu ada untuk kamu."
Aku mengangguk, kemudian menghapus jejak air mata yang tertinggal di pipi. Kami pun melangkah menuju bioskop.
Seperti bioskop pada umumnya, pengunjung kebanyakan anak muda. Bisa dihitung dengan jari berapa penikmat film yang berusia 40 tahun ke atas. Bahkan pengunjung seusia kami pun tidak terlalu banyak.
Gelap, begitulah suasana bioskop ketika film akan ditayangkan. Semua orang diam, bahkan semut pun ikut diam. Di ruangan ini dilarang bersuara keras, karena dapat mengganggu penonton yang lain.
Hot Chapters