Diari Pengantar Jodoh
”Maaf, Yori,“ bisik Hana lirih menyadari pasti Yori tersiksa dengan dingin perlakuannya sebagai seorang istri. Lagipula, Yori sudah berjanji akan menjadikan hubungan mereka selayaknya sahabat.
Yori terus saja tersenyum. Ah, aroma itu malah membuatnya pusing, ia menginginkan lebih. Rasanya bagai candu, terus saja ia ingin memeluk dan menghabiskan istrinya bila diizinkan.
”Tenang, Yori. Kesabaranmu pasti akan berbuah manis. Lagipula, Hana tidak marah,“ batinnya menyemangati diri sendiri.
Tangannya kini tergerak untuk mengambil ponsel yang berada di dalam tas. Ia mengecek tiga buah pesan dan lima panggilan tidak terjawab di dalam daftar. Nama satu wanita membuatnya terbelalak. Adelia, wanita ya
Hot Chapters