Pustaka
Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Wanita Yang Dicintai Suamiku

Wanita Yang Dicintai Suamiku

Entah bagian mana harus kupercayai, haruskah aku mengutamakan logika daripada perasaanku sekarang? Angin dingin kembali berhembus cukup kencang, pucuk pucuk ranting bergoyang karena terpaan angin dan mengugurkan dedaunan. Hari mulai menjelang petang, kabut tebal mulai turun dan menutup sinar matahari, semakin menambah sejuk suasana.
9.9348.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 9.7K kali sebagai arah mata angin sekarang
Tampilkan Ulasan (23)
Baca
+Pustaka
Puput Putri Cemplon
semoga ceritanya tidak selalu bernasib buruk, membuka lembaran baru semoga menjadi bahagia tidak perlu dibikin melo lagi atau terpaksa dipanjang²kan ceritanya dengan derita yang sama melulu...kalo ternyata nantinya punya nasib yg sama lagi fix berhenti baca saya....
Jesi Sanctuary
Wah bagus banget kak Bukunya, semangatt yaa Kak Rira!...️‍...... Izin promosi kak hihi buku-ku; "Pernikahan Dadakan dengan Mantan" Yuk ketemu dengan Rajendra dan Karuna—dua mantan dengan masa lalu yang belum benar-benar selesai!... Thank you so much, Kak! Sukses selaluu...🫶🏻
Baca Semua Ulasan
Rumah Tengah Hutan

Rumah Tengah Hutan

Jawa Timur. Angin sore datang, dengan kenangan yang akan siap-siap hilang, bersama masa. Di sini, angin tidak terlalu mendinginkan. Kalian tidak akan kedinginan, kalian akan merasakan bahwa angin di sini tidak mempunyai jiwa penyegar. Kalian akan kesulitan mendapatkan penghidupan. Sekarang, apa yang kita cari dari angin? Bukankah yang kita cari adalah kesegaran? Lalu, jika dia tidak membawa kesegaran, apa lagi yang kita tunggu darinya? Wujud saja dia tidak punya, apa lagi yang harus kita harapkan? Sudahlah, lupakan saja orang yang seperti angin itu, jangan terlalu mengharap kepada dia, sambil mendoakan kebaikan kepadanya.
8.910.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 400 kali sebagai arah mata angin sekarang
Baca
+Pustaka
Mentari di Balik Awan

Mentari di Balik Awan

Penglihatannya sedikit kabur hingga sel darah putih membayang dengan jelas di mata wanita itu saking silaunya. Bulan ini Jogja sedang berada di awal musim hujan. Berita tadi pagi menyebutkan bahwa seminggu lagi akan memasuki puncaknya. Siang hari begini panasnya bisa membuat kepala pusing, dan sore hari hujan biasanya turun dengan awet hingga besok pagi. Seseorang di telepon kini masih saja bicara sampai membuat telinga Lian terasa lebih panas dari teriknya mentari di siang itu.
103.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 90 kali sebagai arah mata angin sekarang
Baca
+Pustaka
Biarkan Angin yang Akan Memaafkanmu

Biarkan Angin yang Akan Memaafkanmu

Semua penderitaan itu adalah akibat perbuatannya sendiri. Satu hari telah berlalu. Juna terus menatap ponsel di depannya dengan mata yang merah penuh urat darah. Saat senja tiba, telepon itu kembali berdering. Suara penuh penyesalan terdengar dari seberang telepon.
3.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 73 kali sebagai arah mata angin sekarang
Baca
+Pustaka
Semoga Dia Sebebas Angin

Semoga Dia Sebebas Angin

Aku membuka emailku saat angin laut bertiup. [Surat untuk Diriku di Masa Depan Sepuluh Tahun dari Sekarang] [Sabrina tersayang, bagaimana kabarmu sekarang? Apa kalian masih bersama? Apa kamu telah menemukan kebahagiaan? Apa dia telah memberimu rumah yang kamu inginkan?] Serangkaian pertanyaan seolah menarikku kembali ke masa lalu. Melihat diriku sendiri dipenuhi ketidakpastian dan kekhawatiran tentang masa depan.
7.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 271 kali sebagai arah mata angin sekarang
Baca
+Pustaka
Angin di Antara Kita

Angin di Antara Kita

“Kalau cinta ini cuma akan jadi angin… semoga setidaknya ia tetap singgah di antara kita.” Pagi datang, tapi tidak membawa kelegaan. Matahari memang terbit, tapi bagi Nayla, cahayanya terasa redup. Lingkar hitam tampak jelas di bawah matanya—sisa semalaman bergelut dengan pikiran yang tak mau diam.
1.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 42 kali sebagai arah mata angin sekarang
Baca
+Pustaka
Embun Cinta

Embun Cinta

Dengan nada menggoda. Syukurlah, akhirnya malam ini aku bisa mencari udara segar. Tapi sepertinya udara malam ini tidak seindah yang aku bayangkan. Langit terlihat gelap, mendung, tidak ada rembulan. Udara juga sedikit panas. Maksudku, meskipun kota ini setiap harinya panas, tapi malam ini panasnya terasa berbeda, seperti hawa panas ketika menjelang hujan. Berarti, sebentar lagi kira-kira akan terjadi hujan. Baiklah, aku akan segera berangkat dan segera pulang jika hujan ditandakan akan turun.
105.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 208 kali sebagai arah mata angin sekarang
Baca
+Pustaka
VAMPIRES UNITED

VAMPIRES UNITED

Minggu yang gerah berlalu. Angin terasa makin kering ketika matahari mencapai puncaknya di tengah hari. Sam menatap bayangan pepohonan makin menipis dan debu beterbangan ketika angin menghempas di sela-sela semak. Di tengah ruang yang porak poranda itu, Sam berusaha memejamkan matanya. Namun cahaya dari luar mengusiknya.
107.6K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 264 kali sebagai arah mata angin sekarang
Baca
+Pustaka
Bahagia Usai Bercerai

Bahagia Usai Bercerai

Lucu sekali, mengingatkan Kirana pada masa kecilnya dahulu. “Anginnya nggak baik sayang, ntar masuk angin.” Arion menarik tubuhnya untuk menutup kaca jendela mobil. Angin sore ini benar-benar kencang, masuk ke sela-sela tulang yang mungkin membuat siapa saja masuk angin. Termasuk Arion sekalipun. “Kalau nanti ada waktu, Mas bakal ajak kamu lagi ke sini.”
108.5K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 220 kali sebagai arah mata angin sekarang
Baca
+Pustaka
The CEO and Me (Indonesia)

The CEO and Me (Indonesia)

Korden di ruangan ini juga berkibar dengan begitu hebatnya karena terkena terpaan angin yang begitu dahsyat. Belum lagi rintik-rintik air dan dedaunan kering dan basah yang ikut terbawa masuk juga ke dalam ruangan ini. Bunda Amanda dan Viona melihat ke luar jendela yang saat ini tengah menampilkan angin yang begitu kencang berhembus ke arah timur dengan awan mendung yang menghitam di atasnya. Kedua hati insan manusia itu mulai dirayapi rasa waswas dan takut bahwa kejadian saat ini hanya mimpi belaka seperti mimpi-mimpi yang mereka alami.
109.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 354 kali sebagai arah mata angin sekarang
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
5678910
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status