Library
Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
ARINDA

ARINDA

Membuatnya mengurungkan niatnya untuk pergi. "Saya benar-benar harus pergi sekarang, ibu saya membutuhkan saya saat ini ..." ujar Arinda mendongak, dengan mata basahnya dia menatap tepat ke bola mata Dante. Dante tertegun. Dia seolah dapat merasakan kepedihan yang saat ini gadis itu rasakan melalui bola matanya. Dalam hati, Dante bertanya-tanya apa yang terjadi dengan gadis itu hingga terlihat sangat putus asa. Apalagi semalam dia tahu gadis itu pingsan dalam keadaan tubuh basah kuyup dan badan menggigil kedinginan, belum lagi perawat yang menemukannya mengatakan jika gadis itu sebelum pingsan terlihat linglung.
1.4K viewsOngoingAdded to Library 28 Times as arca amoghapasa
Read
+Library
AMORIST

AMORIST

ia berkata sembari mengambil snack di jok belakang. “Hari ini sungguh sial. Aku bertemu dengan Meghantropus Paleojavanicus.” Xaviera yang mendengarnya hampir tersedak saat memakan potato chips. “Meghan-what?” Jovanka menarik napas panjang dan mengambil paksa snack potato chips dari genggaman Xaviera. “Kalau tidak ada Zhafira, otakmu adalah nomor dua dari bawah yang paling lemot.”
102.5K viewsOngoingAdded to Library 86 Times as arca amoghapasa
Read
+Library
Asmara Ghina

Asmara Ghina

Bisa menikmati indahnya pegunungan dan sawah merupakan hal yang paling ia suka. "Ghin, berangkat jam berapa? Aku liat sepeda kamu di paling depan." Yang ditunggu akhirnya datang. Bela dengan wajah tanpa dosanya menghampiri dan merengkuh Ghina. Ghina dengan sigap langsung menepis tangan Bela, pura-pura marah. "Lho, ada apa, Ghin?" tanya Bela. "Ada apa? Kemarin siang itu maksud apa?"
1.8K viewsOngoingAdded to Library 44 Times as arca amoghapasa
Read
+Library
HYANG YUDA

HYANG YUDA

Hyang Yuda memandang Mahamara dengan tatapan penuh amarah. “Amaraloka tidak akan menang saat peperangan itu terjadi, di sisiku sudah berdiri pasukan Amarok, Nagendra, Ashura, Durbiksa, Karura(1) dan Aul(2). Jelas melawan pasukan ini saja, Amaraloka tidak akan bisa menang.” (1)Karura merupakan makhluk dari mitologi Hidu – Budha Jepang. Digambarkan sebagai makhluk besar dengan napas panas. Tubuhnya manusia dengan kepala Elang.
104.6K viewsCompletedAdded to Library 124 Times as arca amoghapasa
Read
+Library
Legenda Pendekar Biru

Legenda Pendekar Biru

Tidak sampai di sana, namun dari arah berbeda juga bermunculan mahluk berbagai wujud yang merupakan kekuatan alam Arcamaya. “Salam pemimpin besar, maaf kami telah membuat anda menunggu lama,” raja Haulah Sokta membungkuk memberi hormat. “Salam pemimpin Agung,” 70 juta pasukan alam Patuah juga ikut membungkuk memberi hormat. “Tidak apa paman raja, terimakasih sudah datang,” ungkap Lintang. Selanjutnya 40 juta pasukan alam Arcamaya berlutut patuh menghadap Lintang. Namun bedanya mata mereka berkaca-kaca seperti sedang menahan tangisan.
1023.6K viewsCompletedAdded to Library 920 Times as arca amoghapasa
Show Reviews (9)
Read
+Library
Ririn Princes
pokonya tmn lintang dr bangsa manunsia siluman hewan kekelurgaan semua ..pada setia semuanya ..pokonya KK hebat penuh kejutan terus tiap bab baca nya .deg degan pokonya ..aplgi kelurga lintang saling sayang ga ada yg pada julid
Nickie
Numpang promosi ya thor: Ayok yang suka cerita regresi, mistery, membalikkan keadaan+ romance mampir di novelku Judul= Kehidupan Kedua Pangeran Author= Nickie Genre=fantasy Jangan lupa like dan comment ya...makasih
Read All Reviews
IKRAR TALAK UNTUKKU ADALAH MAHAR YANG KAU PINTA DARI SUAMIKU

IKRAR TALAK UNTUKKU ADALAH MAHAR YANG KAU PINTA DARI SUAMIKU

Aku sempat mencuri lihat, dan yang terlihat olehku adalah nama ‘Arga’ di sana. “Hallo, Assalamualaikum,” sapa Arca tidak minat. Aku yakin seratus persen, kalau Arca mengangkat telepon itu hanya demi kesopanan saja. Jiwa kepo ku meronta-ronta, dan dengan cepat aku mendekatkan telingaku ke arah ponsel Arca.
9226.1K viewsCompletedAdded to Library 8.8K Times as arca amoghapasa
Read
+Library
Diceraikan Karena Mandul, Anak Jeniusku Bikin CEO Berlutut

Diceraikan Karena Mandul, Anak Jeniusku Bikin CEO Berlutut

Robot di tangannya perlahan turun, sedangkan Arka membeku di tempat. Amara memang tidak pernah berteriak. Tapi setiap kalimatnya selalu berhasil menghancurkan bagian paling rapuh dalam dirinya. "Aku cuma mau coba dekat sama dia..." Arka bicara lebih pelan sekarang, matanya turun sesaat. Amara tertawa kecil hambar. "Dekat?" Perempuan itu mengangkat alis tipis. "Arka, kamu bahkan nggak tahu dia alergi stroberi."
101.5K viewsCompletedAdded to Library 46 Times as arca amoghapasa
Read
+Library
Warisan Kuno: Kembalinya Sang Pewaris

Warisan Kuno: Kembalinya Sang Pewaris

Sebuah gelombang energi menghantam Genta, membuatnya terlempar jauh ke belakang! Azura dan Raka juga terkena dampaknya. Keempatnya kini terkapar di tanah, terluka dan kehabisan energi. Agarthos berjalan perlahan, mendekati Arka yang masih berusaha bangkit. Ia menunduk, menatapnya dengan penuh rasa superioritas. “Aku bisa membunuhmu sekarang.” Arka menatapnya tajam, napasnya tersengal.
4.4K viewsCompletedAdded to Library 97 Times as arca amoghapasa
Read
+Library
The Arc: Elenio

The Arc: Elenio

Orang-orang mulai berteriak, menyambut penuh semangat kalimat demi kalimat provokasi yang keluar dari mulut Heros. "Ada yang tidak beres." Nero tiba-tiba membuka suara. Gemma dan Jo menoleh bersamaan. "Apa?" Tanya Gemma. Nero melihat berkeliling, sepertinya untuk memastikan, sebelum ia berkata. "Tidak ada The Arc di sini." Mata Gemma dan Jo sama-sama terbelalak, dan otomatis mereka ikut mengamati sekeliling. Gemma sudah beberapa kali ke sini dan ia yakin kalau tempat ini memasang The Arc.
1013.8K viewsCompletedAdded to Library 496 Times as arca amoghapasa
Read
+Library
Dewa

Dewa

sorak Dewa menghampiri Mawar yang tengah asyik menyaksikan keindahan bintang. "Lo lagi, mau apa lo kemari?" katanya kasar seraya menyeka butiran pedihnya. Di dekat pohon Mangga. Chika mengambil kesimpulan sesat. Sungai kecil membendung di ujung matanya. Hidungnya perlahan-lahan memerah. Raut wajahnya berubah muram dan menatap ke arah mereka dengan tatapan sengit. Sayup-sayup percakapan mereka tertangkap oleh gendang telinga Chika. Angin membawa suara mereka melayang ke gendangnya dengan jelas. Suasana hening semakin menyempurnakan pekerjaan angin malam itu. Mengantarkan alunan pita suara panas yang mencairkan perasaannya. Sejelasnya ada cemburu di sana.
9.97.7K viewsCompletedAdded to Library 300 Times as arca amoghapasa
Read
+Library
PREV
1234567
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status