Library
Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Asmara Ibu Asrama

Asmara Ibu Asrama

Cuma satu yang Astri mau dapat hari itu, sikap atau perkataan Darma yang bisa dia jadikan bukti bahwa Darma tidak melihat pernikahan sebagaimana seharusnya. Perjalanan mereka berlanjut. Mengejutkan, Darma membawa Astri ke museum. Museum 10 November. Menurut Astri aneh orang pergi kencan yang dituju museum. Umumnya pasti tempat yang indah, menarik, dan lebih kental dengan hal romantis. Lalu Darma? Apa yang dia pikir mengajak Astri mengunjungi museum?
105.9K viewsKumpletoIdinagdag sa Library 237 Beses bilang amicus ad aras
Read
+Library
Asmara untuk Abinawa

Asmara untuk Abinawa

, pintaku tak tahu malu padanya yang hanya dibalas dengan deheman. Setelah mengganggu Ayah di kamarnya aku kembali melangkahkan kaki kecilku menuju teras depan. Sambil duduk di teras rumah tepatnya di lantai dengan wajah yang melas tak tahu harus berbuat apa. Aku merogoh ponsel yang ada di kantong celana trainingku dan membuka aplikasi I*******m yang baru kugunakan lagi sekarang. Aku cukup kaget dengan notifikasi yang muncul di pop up ponselku, disana terrulias Bagaskara Arjuna mulai mengikuti anda. “Ini kan cowo yang agak aneh itu kan?”, batinku.
2.2K viewsOngoingIdinagdag sa Library 71 Beses bilang amicus ad aras
Read
+Library
ALARICK

ALARICK

Nerissa kebingungan. “Kau? Aku sering melihatmu mimisan. Pertama saat kau pingsan di depan apartemenmu, kedua saat kita membahas perjodohan dengan Haleth dan sekarang terjadi lagi,” jelasnya. Alarick tak menyadari jika Nerissa juga mimisan saat dirinya menerima pesan dari Haleth ketika sedang makan.
103.4K viewsOngoingIdinagdag sa Library 75 Beses bilang amicus ad aras
Read
+Library
Aksara

Aksara

tanya Allaric "Secara, dia itu tahu kita. Sedangkan kita gak tahu dia" "Hari setelah Aksara diangkat jadi ketua, ada yang kirim barang. Katanya selamat untuk posisi itu" tambah Damian "Bener, tumben otak lo jalan, Dam" ucap Galen sedikit menyindir "Dasar anak babi!" umpat Damian melempar kaleng bekas tepat pada wajah Galen
103.5K viewsOngoingIdinagdag sa Library 73 Beses bilang amicus ad aras
Read
+Library
ARABELLA

ARABELLA

Mata Ara mengarah ke kertas yang berada di samping vas bunga mini. Ara mendekati kertas tersebut lalu mengambilnya. "Hidup kamu tidak lama lagi, Arabella Dhivanya" Hah? Apa ini?
106.9K viewsOngoingIdinagdag sa Library 137 Beses bilang amicus ad aras
Read
+Library
ASMARA RUSUN SIMPANG TIGA

ASMARA RUSUN SIMPANG TIGA

Kemudian dada sebelah kanan pun tidak selamat dari lumatan bibir Rio. Tiba-tiba terdengar suara tukang AC dan Bu Aminah menuju kamar Arin. Bergegaslah keduanya memperbaiki penampilan mereka yang hampir acak-acakan. Tapi bibir keduanya tampak bengkak karena saling melumat. Untung pak tukang dan Bu Aminah tidak menyadarinya. ***
101.2K viewsOngoingIdinagdag sa Library 23 Beses bilang amicus ad aras
Read
+Library
ARSHAKA

ARSHAKA

Gumam Mila pelan dengan wajah mengernyit. Bugh! Arshaka menonjok tepat di bibir hingga lawannya terjatuh terlentang di lapangan. "Hah... Hah..." Arshaka menarik nafas pelan, menelan salivanya dengan rahang yang mengeras. Ia berjalan mendekat ke Dimas, orang yang mencari ribut ke dirinya siang ini. "Lo!" Arshaka berjongkok dengan gaya coolnya dan menampar pelan wajah Dimas, masih dengan wajahnya yang datar tanpa ekspresi padahal wajahnya sudah babak belur gak karuan.
1.2K viewsOngoingIdinagdag sa Library 25 Beses bilang amicus ad aras
Read
+Library
ARABELLA

ARABELLA

Tapi Bella nyaman berteman dengan Ami. "Bell, ingat lo sama Vian itu takdir bukan kebetulan!" Baron berteriak dengan suara cukup kencang agar Bella mendengar. Bella segera membuka pintu kamar. Tapi ternyata Baron sudah kabur ke kamarnya. "Gak jelas banget sih." ******************************
104.3K viewsKumpletoIdinagdag sa Library 159 Beses bilang amicus ad aras
Read
+Library
Asmara dalam Prahara

Asmara dalam Prahara

Tempat-tempat yang sudah terisi dibentuk sedikit lebih tinggi dari permukaan tanah. "Selamat pagi, Bu. Sedang apa di sana? Bram datang bersama calon menantu Ibu. Namanya Amara." Bram berbicara pada pusara di depannya. Tangannya terulur mengusap batu nisan bertuliskan nama Hapsari. Seakan-akan sang ibu bisa mendengarnya.
1019.7K viewsKumpletoIdinagdag sa Library 452 Beses bilang amicus ad aras
Read
+Library
Asmaraloka

Asmaraloka

gumam Bella sambil memandangi dokumen tersebut dengan mata lebar. Ia melanjutkan pencariannya dan menemukan email-email antara Cakra dan Arman. Dalam salah satu email tersebut, Arman menanyakan apakah rencana mereka berjalan lancar, sementara Cakra membalas dengan yakin bahwa semuanya sesuai rencana.
2.7K viewsOngoingIdinagdag sa Library 64 Beses bilang amicus ad aras
Read
+Library
PREV
12
I-scan ang code para mabasa sa App
DMCA.com Protection Status