Sentuhan Pembantu Seksi Sang Tuan
"Tadi pagi baru berani selangkah-selangkah, Mas. Eh sore ini udah lancar tiga langkah."
Arka mendekap Amara erat di dadanya. Aroma bayi yang suci memenuhi hidungnya, menghapus sisa-sisa aroma jalanan kumuh yang tadi dia lihat lewat jendela mobil.
"Ini baru kebahagiaan, Nia," ucap Arka haru, menatap istrinya. "Lihat Dirga hancur memang puas. Tapi lihat Amara jalan... rasanya aku bisa kasih dunia buat dia."