Saat Kau Pergi Tanpa Mengucap Kata Perpisahan
Barulah setelah menghembuskan napas panjang, dia seperti hidup kembali.
Musik dari dalam aula masih terus berdentum. Baskara hanya melirik sekilas, sebelum akhirnya berbalik pergi.
Dia rindu… rindu yang samar pada kampung halaman.
Dia membuka pintu gerbang halaman.
Malam ini, cahaya bulan begitu terang, jatuh menerangi kebun sayur yang terlihat sedikit berantakan.
Dua petak tanah. Tidak besar, juga tidak kecil. Begitu melihatnya, jelas hasil tangan orang yang terbiasa bekerja di kebun. Tanahnya diratakan dengan rapi, garis-garisnya teratur.
Hot Chapters