Atasanku, Suami Keduaku
Tapi mewujudkan pikiran itu tentu saja tidak semudah membalikkan telapak tangan.
“Kamu lakukan apa yang mau kamu lakukan. Selama kamu mandi, Abang ada di ruangan kerja. Ada yang mau Abang kerjakan. Enggak lama, tapi kamu bisa mandi dengan nyaman.” Setelah mencubit pelan pipi Indah, Arsya pergi ke tumpukan paperbag yang berisi macam-macam lilin aromaterapi. Ia menenteng tiga paperbag berisi lilin. “Ayo, ikut Abang ke kamar mandi. Kamu pasti suka kalau berendam dengan garam mandi ditemani lilin ini. Abang suka kalau kamu menikmati waktu di sini. Selama ini kamu sudah cukup capek.” Arsya mengeluarkan semua lilin dan menyusunnya ke meja panjang yang terbuat dari batu pualam berwarna putih.
ตอนยอดนิยม