ONE NIGHT STAND
Roni memutar botol Vodka di tengah meja itu sementara Bagas tidak banyak berkomentar karena asik dengan perempuan, lain halnya dengan Arsen yang diam karena dasarnya memang lelaki itu yang paling irit bicara di antara ke empat sahabat seperjuangannya yang lain.
"Woy, udahanlah grepeannya, kita main dulu," ajak Alvin yang menarik Bagas agar melepas pagutan bibirnya dengan seorang wanita yang bahkan baru dikenalnya tadi di lantai dansa.
Bagas berdecak. "Main apaan sih?"
"Truth or dare," jawab Alvin cepat.
"Permainan yang dulu itu?" tanya Bagas lagi.
"Iya, yang waktu itu pernah kita mainin di dalam mes, terus si Tio kalah dan mau nggak mau harus terima tantangannya Arsen buat lari satu puteran