Putra Titisan Dewa
“Sekarang kita memang masih asing, Nisanak. Kelak, mana tahu kita tidak merasa asing lagi. Ah, ya, aku lupa menyebutkan namaku. Kau bisa mengenalku sebagai Arya Tarachandra.”
Pujaratih menggumam entah apa. Ia lalu memikul rusa hasil buruan itu dan membawanya ke muka Arya, "Ambil kau saja, kasihan pula nenekmu kalau sampai mati kelaparan."
Setelah meletakkan binatang mati itu di depan Arya, Pujaratih merogoh sesuatu dari balik punggungnya. Terlihat sebuah kipas besar warna-warni kini ada di tangan gadis itu.
Hot Chapters