Hasrat Terlarang Kakak Ipar
“Mas, ayo makan dulu. Masakanku masih panas.”
Ari bangkit, melangkah pelan ke meja. Ia duduk, mengambil nasi, lalu mencoba sepotong ikan goreng.
“Rasanya enak dan renyah,” gumam Ari, tapi tak mampu mengusir pahit yang ada di dadanya.
“Ning,” Ari akhirnya membuka suara di sela kunyahan, “kamu bahagia nggak sama aku?”