RAHASIA DI BALIK LAPTOP SUAMIKU
Para warga yang ikut mendoakan mendiang Mas Alif perlahan berhamburan keluar rumah, menyisakan keluarga inti saja, termasuk aku dan Panji yang masih duduk di posisi awal, seperti enggan untuk bangkit.
Dalam hati kecil, aku masih tak menyangka akan semua yang telah aku lalui hari ini. Rasanya masih seperti mimpi. Lalu, seandainya ini benar-benar mimpi, aku harap seseorang segera membangunkan aku.
"Mbak!" tegur Andin berhasil membuyarkan lamunanku. Gegas aku mengusap wajah dengan kasar, lalu tersenyum tipis.
"Iya, Andin. Ada apa?"
인기 회차