Kehidupan Kedua
Melihat karyawan lainnya memanggil Nadisa dengan sebutan Nona membuat Narendra jadi menyadari betapa tingginya derajat Nadisa, dibandingkan dirinya.
Nadisa terkekeh pelan, kemudian menyempatkan diri menyesap teh hangatnya. Membuat lipstik merah mudanya menempel di cangkirnya. Baru kemudian Nadisa membuka suara.
"Tentu saja boleh, Naren. Santai saja sama aku. Aku akan ke ruangan kita lebih dulu. Kamu semangat, ya." Nadisa berkata santai. "Ah, ini rahasia. Tapi si Gendut di HRD itu sering sekali bikin semua orang pusing. Jadi kamu harus sabar menghadapinya. Okay, Naren?"