Hadiah: Bosku, Partner Rahasiaku.
Matanya langsung melirik tajam ke arah Aksara yang berjalan santai di samping mereka, meminta penjelasan atas kalimat gila yang baru saja keluar dari mulut ibunya.
Aksara hanya tersenyum.
Kila benar-benar tidak tahu apa yang sebenarnya sedang terjadi.
"Ibu, maafkan saya... Saya Kila. Terima kasih banyak sudah menyambut saya," ucap Kila seraya menjabat lembut tangan Anita. Telapak tangan Kila terasa sangat dingin karena gugup.
"Oh, ya ampun. Jangan kaku dan sungkan. Anggap saja rumah sendiri, Kila," balas Anita ramah, sambil menatap lekat Kila. "Kamu sangat cantik, Kila."