Liara
Lelaki itu sedikit menunduk untuk bisa membingkai wajah Liara.
"Kau mengingau atau sudah bangun?" Ia bingung karena mata si perempuan masih tertutup rapat.
"Aku sadar. Tiga puluh lima juta, 'kan? Kau nyaris mematahkan tulang pahaku."
Di dini hari yang sepi, Hagan melepas tawa ringan. Sungguh sangat terus terang dan kasar, batinnnya. Tapi, ia suka, sambungnya lagi.
Bab Populer