Bara Dendam Sagara
Ada ritme dalam setiap lekukannya, seperti sebuah tarian air yang beku dalam logam.
“Ini… bukan sekadar hiasan,” gumam Larisa pada dirinya sendiri, lebih kepada Aryani. “Pola ini… aku seperti pernah melihatnya di suatu tempat. Tapi di mana?” Dia memejamkan mata, mencoba menggali ingatannya. Arsip Agung. Peta-peta kuno. Aroma perkamen dan tinta yang pudar. Sagara.
Tiba-tiba, sebuah kenangan melintas di benaknya, sejelas siang hari, seolah baru terjadi kemarin. Hatinya menghangat, sekaligus terasa perih karena rindu.
Hot Chapters