Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Mama Muda

Mama Muda

"Mama? Ngapain ke mari?" ***
1023.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 850 kali sebagai arti ma'am
Baca
+Pustaka
MAAF

MAAF

Dia hanya bisa menunduk agar tidak sampai melihat semua itu, “Maaf, Mbak. Mungkin Mbak salah orang.” Dengan posisi masih memunggungi pintu keluar, lift itu pun terbuka. Wanita itu segera merapikan kembali pakaiannya, dan berbalik bersiap keluar lebih dulu, “Bilang pada suamimu, Cahyo. Aku selalu siap menghisap dan memuaskannya setiap waktu meski di ruang kantornya sekali pun.”
103.4K DibacaTertahanDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 85 kali sebagai arti ma'am
Baca
+Pustaka
Dara Ameera

Dara Ameera

Wanita itu tampak menghela napas pelan, untuk menghilangkan kegugupannya, sebelum akhirnya ia menatap sang pendeta dengan yakin. "Saya Dara Ameera, menerima Danu Alfarez, untuk menjadi suami. Mulai hari ini dan seterusnya, dalam suka dan duka, sakit dan sehat, untuk saling menyayangi dan menghargai. Hingga maut memisahkan," ucapnya, bersamaan dengan bunyi riuh tepuk tangan dari para tamu, serta kilatan blitz kamera, mengiringi pengesahan ikrar tersebut.
107.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 274 kali sebagai arti ma'am
Baca
+Pustaka
Kakak Cantik, Jadi Mamiku!

Kakak Cantik, Jadi Mamiku!

Dia memilih tak ikut campur dengan pertanyaan sang mama, fokus dengan buku yang sedang dibaca. “Arthur, kamu tahu kalau mama tidak suka dengan wanita itu. Bisa tidak kamu dengerin mama sekali saja. Wanita itu ga baik buat kamu,” ucap Amanda sambil menatap sang putra yang keras kepala. “Ma, aku ke sini untuk menjenguk Oma. Bisa tidak jangan membahas Stella dulu?” Arthur menatap sang mama yang tampak emosi.
1028.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.1K kali sebagai arti ma'am
Baca
+Pustaka
Dara  Amara

Dara Amara

"Ngelamun paan lu tan?" Suara milik Adara mengagetkan Intan. Dilihat dari raut wajahnya,Intan terlihat begitu merasa bersalah pada Adara. Walaupun kejadiannya sudah sangat lama, Intan yang kini sudah dewasa merasa kelakuannya dulu sangat tidak manusiawi. "Tan?lu gpp kan?" "Eh iya iya gpp kok" "Eh lu mau pesen apa? "Vanila ice cream aja deh, kalo Lo?"
103.3K DibacaTertahanDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 96 kali sebagai arti ma'am
Baca
+Pustaka
Air Mata Suami dan Mertuaku

Air Mata Suami dan Mertuaku

"Mas Ammar, kan, masih punya sisa tabungan di bank. Mungkin itu bisa mencukupi kebutuhan hidup kita beberapa bulan ke depan. Bukan begitu, Mas?" "Iya, Ma. Pokoknya Mama nggak usah khawatir, ya. Tabunganku masih ada, kok, meskipun nggak banyak. Sekarang Mama makan dulu, ya. Sudah siang. Nanti Mama masuk angin!" Ammar menatap wajah ibunya dengan hati berdesir. 'Lihatlah akibat perbuatanmu ini, Dek. Kau bukan Marwa yang kukenal. Kau berubah. Kau sungguh kejam, Dek!'
5.712.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 453 kali sebagai arti ma'am
Baca
+Pustaka
Adik Ipar Yang Jadi Suamiku

Adik Ipar Yang Jadi Suamiku

"Mama, tolong Aku.." ***********
102.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 54 kali sebagai arti ma'am
Baca
+Pustaka
Ditinggal Suami Dinikahi Bos

Ditinggal Suami Dinikahi Bos

“Tidak, Ma. Yang balik hanya Martia. Setelah Amira bujuk, Ibu mau buat liburan dulu di tempat kami.” “Alhamdulillah senggaknya kalian ada teman. Karena kalau berangkat dari sini kejauhan, walau di rumah kalian gak berdua aja.” “Iya, Ma.” “Nanti salam buat ibu, ya.” “Baik, Ma.”
1016.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 336 kali sebagai arti ma'am
Baca
+Pustaka
Istri Manis Tuan Jicko

Istri Manis Tuan Jicko

“Mama kenal sama perempuan tadi? Yang Mama ajak bicara.” “Di mana? Banyak yang Mama ajak bicara.” Maria menjawab dengan dahi mengerut. “Perempuan yang di rumah duka. Sewaktu kita mau ke sini.” “Oh, itu. Enggak ah. Mama enggak kenal sama sekali." Maria menggelengkan kepalanya. Ameera menyimpul senyum tipis. “Aku kira Mama kenal.” “Kenapa memangnya?” “Cuma mastiin aja. Soalnya aku kayak pernah lihat dia sekali.”
105.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 174 kali sebagai arti ma'am
Baca
+Pustaka
Air Mata Aruna

Air Mata Aruna

tangis Latifah dengan suara serak memukul-mukul dadanya. “Istigfar Maa.., Istigfar..., Jangan marah sama Allah. Ridwan itu milik Allah, maka dia dan kita semua akan kembali pada Allah. Dengan cara apa pun, karena Allah yang berkehendak Maa.., sekarang Mama harus Ikhlas agar jalannya Ridwan bagus. Kasihan papa kalau Mama seperti ini,” ucap Aruna kembali dengan menggenggam erat tangan mertuanya.
910.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 208 kali sebagai arti ma'am
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
5678910
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status