Ampun Tuan, Aku Lemas!
Meli turun kebagian bawah tubuh Ares, dan langsung memainkan senjata Ares, menggunakan tangan dan mulutnya.
Ares melepaskan bibir Sisil, sebuah desahan langsung keluar dari mulutnya, saat merasakan permainan Meli di senjata miliknya.
"Ahh...enak, hisap lebih keras!" pinta Ares, dengan nada berat, matanya merem melek, menikmati sensasi tersebut.
"Tuan muda, mainnya dadaku!" pinta Sisil, dengan nada menggoda, sambil membusungkan dadanya di hadapan wajah Ares.
Bab Populer