Cinta di Balik Palu Hukum
Karena detik berikutnya, tatapannya berubah lagi—dingin, kosong, seperti mata seseorang yang telah kehilangan jiwanya.
Aruna melangkah maju, tubuhnya basah kuyup, tangan masih menggenggam pistol yang kini terasa sia-sia. “Raisa, jangan terlalu dekat! Kau lihat sendiri, dia bukan lagi dirinya!”
“Tidak!” Raisa menoleh, matanya basah. “Dia masih Revan! Aku bisa merasakannya!”
“Bisa atau tidak, kita sedang berhadapan dengan Alpha. Kalau dia meledak, radius sepuluh kilometer ini akan jadi kawah!” bentak Aruna. Suaranya keras, tapi jelas dipenuhi ketakutan.
Hot Chapters