Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Pria Culun Itu Suamiku

Pria Culun Itu Suamiku

kilah Adam sambil memasang wajah polos bin culun. ​"Alarm? Jam sepuluh pagi begini? Dan suaranya kenapa begitu ... formal?" Areta bertanya, masih tidak percaya. ​Adam nyengir lebar, menggaruk kepalanya yang tidak gatal. "Iya, ini alarm khusus. Namanya 'Alarm Motivasi Sukses'. Aku setel jam segini untuk mengingatkanku kalau aku harus minum vitamin dan ... eh, berdoa supaya butikmu makin laris. Suaranya memang sengaja aku pilih yang mirip kantor pusat supaya aku ketularan aura orang kaya."
964 viewsCompletedAdded to Library 30 Times as arti remind me later
Read
+Library
Teman Istriku,Kekasihku

Teman Istriku,Kekasihku

Hari itu, kantor terasa lebih berat dari biasanya bagi Ardi. Bukan karena pekerjaan menumpuk, melainkan karena janji yang ia buat semalam. Pesan singkat pada ponselnya masih tersimpan: “Besok kita bicara. Di luar kantor.”
101.1K viewsOngoingAdded to Library 38 Times as arti remind me later
Read
+Library
Seumur Hidup Terlalu Lama

Seumur Hidup Terlalu Lama

Bu Ermi mungkin terlalu overthinking. Ponselnya tiba-tiba berdering. Nama Arumi muncul di layar. Uma cepat-cepat mengusap pipinya sebelum menjawab. “Umaaa…” suara Arumi terdengar ceria, hangat, penuh rindu. “Aku kangen banget sama kamu. Mungkin sekitar sejam lagi aku main ke apartemen, ya? Sudah lama juga kita tidak bertemu.”
1021.4K viewsCompletedAdded to Library 577 Times as arti remind me later
Read
+Library
Suamiku Bukan yang Kukira

Suamiku Bukan yang Kukira

Bunga itu manis, padahal namanya kini menjadi kata yang tidak ingin kudengar. Aku mengambil ponsel, berniat mengirim pesan ke Bu Rini untuk mengatur jadwal les sore. Saat itulah ponsel bergetar. Nomor tanpa nama. Hanya satu pesan yang masuk, pendek, tanpa salam, tanpa tanda baca tambahan. Seperti palu yang menimpa batu rapuh. Jangan percaya Arga.
716 viewsOngoingAdded to Library 26 Times as arti remind me later
Read
+Library
Ditalak Di Pelaminan

Ditalak Di Pelaminan

Selamat membaca❤️ °° “Selamat siang, Pak. Saya hanya ingin mengingatkan Bapak kembali perihal jadwal meeting Bapak siang ini dengan Pak Ryanto Wijaya. Meeting akan dimulai dalam waktu 30 menit lagi ya, Pak. Jadi, apakah ada hal lain yang sekiranya Bapak butuhkan selain berkas yang sudah Bapak pinta kemarin?” Sialnya, Arka baru ingat itu — janji temunya dengan seorang leader dari salah satu divisi yang ada di perusahaannya.
3.2K viewsOngoingAdded to Library 115 Times as arti remind me later
Read
+Library
Masih Ada Waktu

Masih Ada Waktu

"Oh, jadi lo yang ngasih tau Ari?" "Iya, gue minta tolong dia buat kasih tau lo." "Kenapa gak langsung?" "Susah banget ketemu sama lo. Sibuk, ya?" "Banget. Luangnya pas larut malem doang." "Jangan capek-capek, El. Nanti lo sakit." "Kebiasaan. Lo selalu mengutamakan orang lain daripada diri lo sendiri. "Hehe. Saling mengingatkan aja, El."
107.1K viewsOngoingAdded to Library 190 Times as arti remind me later
Read
+Library
Pernikahan tanpa Bahagia

Pernikahan tanpa Bahagia

gumamnya lirih. Telepon rumah berbunyi. Ia mengangkat dengan enggan. “Halo?” “Tuan Revan, saya sekretaris Tuan Ardi. Kami ingin mengingatkan jadwal pertemuan dengan klien Jepang besok pagi.” “Oh, ya. Terima kasih, nanti saya datang.”
1.0K viewsOngoingAdded to Library 36 Times as arti remind me later
Read
+Library
Pembalasan Menantu Terkuat

Pembalasan Menantu Terkuat

ujar Bara. “Santai aja pak, anggap saja bapak tidak tahu sesuatu,” saran Ferdi. “Kalau tidak bisa?” “Atau bisa minta kebenaran dari beliau, Pak,” ujar Ferdi. Kriiiiing. Kriiing,. Ponsel Bara berdering dari Ari, saat Bara melihat jam ternyata sudah pukul dua siang waktu yang dia minta untuk melakukan meeting. “Iya, Ri,” jawab Bara.
1016.3K viewsCompletedAdded to Library 342 Times as arti remind me later
Read
+Library
PREV
1234567
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status