Pustaka
Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Sunshine In The Rain

Sunshine In The Rain

J Tak lupa Arthemis menuliskan inisial namanya di akhir pesan. Arthemis tahu pria itu tidak menyimpan nomor teleponnya untuk menjaga kerahasiaan. Hanya saja, Arthemis mengantisipasi jika pria itu melupakannya—yang mana tidak mungkin. Kemungkinan pria itu lupa sangat kecil mengingat orang yang ia kirimkan pesan sangatlah cerdas dan Arthemis tidak akan ragu pria itu tidak menangkap pesannnya. Suara notifikasi ponselnya mengalihkannya. Arthemis melirik dan mendapati satu pesan baru yang masuk.
102.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 41 kali sebagai arti remind me later
Baca
+Pustaka
Another Side of EARTH

Another Side of EARTH

"Flash!" Tanpa perlu basa basi lagi, Serenada langsung membuat orang tadi lupa dengan fitur penghapus ingatan pada jam tangan pintarnya. Efeknya tidak akan membuat lupa ingatan selamanya, hanya lupa sesaat dengan apa yang baru saja terjadi. "Apa yang terjadi? Mataku silau sekali!" "Artemis, bawa langsung benda ini ke dalam X-Car! Ayo kita angkat, Satu... dua... tiga...!"
107.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 168 kali sebagai arti remind me later
Tampilkan Ulasan (25)
Baca
+Pustaka
Susan S
Kak Dita mah nggak perlu diragukan lagi. Tapi btw kok aku lebih suka Scifinya ya daripada genre yg lain yg kakak tulis. Ini tuh gimana ya. Meski baru baca 3 bab tapi asik banget gitu dibacanya. Kayaknya kak dita nyaman sama genre ini. Fellnya nonjok banget. Dan lebih bebas tentunya.
Shell
Scifi memang seru. Btw suka sama gaya bahasanya. Jadi keinget cerpen Millenium 11 karya Kak San. Settingnya sama2 masa depan. Meskipun punya Kak San lebih jauh lagi. Tapi konsep ceritanya sama2 keren.
Baca Semua Ulasan
Second Lead

Second Lead

Arion membuat pengingat di ponselnya tanggal 26. "Untuk apa?” Thalita melirik layar ponsel Arion. "Untuk mengingakan PMR-mu selesai.” ** Thalita mengemas hanger yang kosong ke dalam box. Dia mencoba menghindar dari Fara. Bukan apa-apa dia semakin tidak enak dengan kawan sekerjanya. "Ehh..Lit ..Lit!" panggil Fara. Thalita menghembuskan nafasnya mencoba tersenyum.
108.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 317 kali sebagai arti remind me later
Baca
+Pustaka
Terpaksa Jadi Karakter Utama

Terpaksa Jadi Karakter Utama

[[ Hadiah: Tergantung Performa ]] [[ Gagal: Kepunahan Manusia ]] [[ Kemajuan Misi Kecil: 2/5 ]] [[ Status: Gelombang berikutnya akan muncul pada jam 12 malam ]] Melihat informasi di Misi yang menunjukkan tentang serangan berikutnya yang akan datang malam ini, Artin buru-buru berdiri menyisir ruangan mencoba mencari jam di dinding. Laila memungut sesuatu di atas meja, sebuah kotak yang terlihat seperti kotak ponsel, lalu melemparkannya ke arah Artin. Artin merespon dengan cepat dan menangkap objek tersebut. "Ini ponsel baru. Lebih aman, dan belum terdaftar di militer, jadi kita tidak perlu khawatir aktivitas kita dipantau." Artin kembali duduk dan mengecek jam di ponselnya, sudah jam dua sian
9.823.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 815 kali sebagai arti remind me later
Tampilkan Ulasan (44)
Baca
+Pustaka
Affad DaffaMage
Suka dengan ide ceritanya yang integrasi antara dunia nyata dan game. Ada kesan post-apocalyptic juga yang membuat tegang terasa. Pribadi merasa di awal agak sulit mengikuti karena bingung peristiwa apa yang sedang terjadi, tetapi begitu kekuatan didapatkan semua menjadi lebih mudah diikuti.
Rytíř
Semanga, Thor. Selesaikan ceritanya. Izin promo ya, Thor. mohon sudi berkunjung ke cerita "Keris Bunga Bangkai", cerita para pendekar di tengah serbuan tentara iblis dan juga peperangan kerajaan-kerajaan di Jawadwipa.
Baca Semua Ulasan
Mertuaku Racun Rumah Tanggaku

Mertuaku Racun Rumah Tanggaku

Arumi berterimakasih pada Nyonya Tiara dan kembali melanjutkan acara makan malamnya. Sebuah notifikasi pesan masuk di gawai Arumi membuatnya terjaga. Arumi baru saja terlelap. Sepertinya ia sangat kelelahan karena mengerjakan semua pekerjaan rumah di rumah Bu Hilda. Arumi menatap jam dinding yang terpajang di dinding kamarnya sudah menunjukkan jam empat sore. Sudah waktunya ia menjemput Dinda. Namun sebelum itu, Arumi meraih handphone jadulnya di atas nakas dan mulai membuka pesan dari nomor yang tak dikenal itu.
102.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 82 kali sebagai arti remind me later
Baca
+Pustaka
Konsultasi Cinta dengan Dosen Muda

Konsultasi Cinta dengan Dosen Muda

Terlihat dingin, nyaris tanpa emosi. Namun setelah beberapa detik, Askara menambahkan, "Jangan lupa sarapan. Aku jemput jam delapan." Dikirim. Ia meletakkan ponsel di nakas, lalu bersandar kembali di kasur. Wajahnya masih datar seperti biasa, tapi ujung bibirnya terangkat samar saat notifikasi balasan Arina muncul. "Baik, Tuan Menyebalkan. Sampai ketemu." Disertai emotikon senyum malu-malu.
106.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 125 kali sebagai arti remind me later
Baca
+Pustaka
His Last Wish (Indonesian)

His Last Wish (Indonesian)

Kenapa harus sekarang? Smartphonenya berdering, menariknya keluar dari ruangan abu-abu itu. Perhatiannya kembali tertuju pada layar smartphonenya yang menampilkan reminder. Kini ia paham, kenapa Verdict memberikannya hari ini. Atau setidaknya, meminta Hazel untuk memberikannya hari ini. Ulang tahun Arnold. Selamat ulang tahun, brengsek! Semoga panjang umur—
106.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 213 kali sebagai arti remind me later
Baca
+Pustaka
Ketika Luka Menyapa

Ketika Luka Menyapa

Setelah menunggu selama satu jam, akhirnya Arumi sadar, air matanya kembali mengalir mengingat kejadian sebelum ia tak sadarkan diri. Arumi segera menghapus air matanya dan tersenyum kepada orang orang yang sedang menunggu dia sadar. Arumi tak ingin membuat mereka kecewa, ia ingin membuktikan bahwa dirinya baik baik saja. "sayang, kamu mau minum? atau mau makan?" tanya Tante Rita kepada Arumi.
1066.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.3K kali sebagai arti remind me later
Baca
+Pustaka
MINDREADERS: Kisah Sang Wanita Pembaca Pikiran

MINDREADERS: Kisah Sang Wanita Pembaca Pikiran

Armando : "Anna, kamu ada waktu besok? Aku mau ngajakin kamu ke tempat pelelangan itu." Aku : "Maaf Armando, besok aku ada acara. Mungkin lusa?" Armando : "Okay. Jadi besok kita ngga bisa ketemu ya?" Aku : "Mungkin ngga Armando." Armando : " Baiklah, sampai jumpa! Aku akan jemput kamu jam 7 malam ya. Clubnya malam hari baru buka." Aku : "Okay, Thank you banget ya Armando."
108.7K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 323 kali sebagai arti remind me later
Baca
+Pustaka
Nafkah Untuk Keluarga Suamiku

Nafkah Untuk Keluarga Suamiku

Arini sudah meletakan hpnya di atas nakas untuk melihat drama series dengan jumlah episode yang pendek. Drttt.. Nada dering hpnya yang menandakan pesan masuk mengalihkan perhatian Arini dari layar hp. Nama Anita dengan jelas terpampang disana. Ia juga bisa melihat jarum jam yang sudah menunjukkan pukul dua puluh lewat empat puluh lima menit atau jam sembilan kurang lima belas menit malam. [Aku sudah siap nih Rin. Aku video call sekarang ya.] Dengan cepat Arini mengetikan pesan balasan untuk anita.
1034.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 993 kali sebagai arti remind me later
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1234567
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status