Mirror : Death Note
"Eh, duduk dulu, biar tante buatkan teh hangat. Cuaca lagi dingin. Yuk, eh Rangga ajak ke depan gih."
"Iya, Ma."
Mama Rangga berjalan turun, membuat teh. Papanya masuk kamar Kakek dan Nenek, memeriksa kondisi di dalam terlebih dahulu. Sementara Rangga mengajakku turun ke ruang tamu. Tapi langkahku terhenti. Ada sesuatu yang menarik perhatian. Jendela dekat tangga seolah mengajakku untuk mendekat. "Rangga, Bentar." Aku berjalan ke arah tersebut tanpa persetujuan Rangga. Rumah ini sepertinya belum pernah direnovasi. Jadi bangunannya masih asli dari awal berdiri, dan sepertinya sudah dibangun cukup lama. Jendela dekat tangga tidak diberi korden, sehingga pemandangan di luar terlihat jelas denga
Hot Chapters