여기 ashes of creation와 관련된 61개의 소설이 있습니다. 일반적으로 ashes of creation와 같은 이야기는 Mafia, Fantasi 및 Mistis Rakyat 등의 다양한 종류에서 만나볼 수 있습니다. GoodNovel에서 Pilihan yang Menghancurkan부터 시작해보세요!
Tapi aku sendiri yang menghancurkan karya agung kami menjadi kepingan.
Aku menggenggam satu-satunya foto kami yang berhasil kuselamatkan dari api. Senyumnya ... begitu manis.
Hidup Reyhan Dirgantara ditulis dengan darah dan dosa.
Kayla adalah satu-satunya cahaya.
Dan aku sendiri yang memadamkannya ....
Sekarang, biarlah kematianku menjadi restorasi terakhir.
Restorasi ketenangannya.
Berita singkat tersebar.
Ia adalah hasil sihir.
Kutatap mata hitam itu, ada sorot lelah dan sedih di matanya yang sekelam kolam hitam yang dalam. Seolah-olah ia memohon untuk dapat beristirahat. Aku membalas tatapannya dengan simpati dan kekuatan untuk membebaskan. Tiba-tiba lidah api menjilat permukaan tubuhnya yang kini setipis dan sesamar kertas tembus pandang. Wajahnya menjadi wajah seorang wanita yang cantik, akan tetapi ia tertutup api. Ia menggumamkan terima kasih dengan suara jernih. Aku bisa mendengar ketiga Pemburu itu menarik napas lalu jatuh bersamaan ke lantai dan melarikan diri.
***
ucap Asahi.
Asahi merasakan kekuatan luar biasa dari pedang yang melesat ke arahnya, diiringi oleh gema suara Vernie yang memenuhi pikirannya. "Pemusnah... apa sebenarnya kehancuran itu? Setiap kehancuran membawa penciptaan, dan tak ada penciptaan sebelum ada kehancuran. Itulah yang diajarkan oleh Beliau..." suara Vernie menggema, penuh dengan kebijaksanaan yang suram.
"Nyalakan api, bakar saja mereka."
Shakira memberikan jawaban yang singkat dan jelas.
Aku tidak menyangka dia masih daring demi menungguku.
Aku merasa sangat berterima kasih padanya.
Aku menenangkan diri sebentar, lalu meletakkan korek api yang sudah menyala ke atas kumpulan serangga tersebut.
Para serangga itu mudah terbakar, mereka kemudian menghilang di udara seolah-olah tidak pernah terjadi apa-apa barusan.
Mereka tak percaya, sang Kaisar Langit yang melindungi mereka selama ribuan tahun kini berlumuran darah di tengah formasi miliknya sendiri.
"Kaisarr...!"jerit salah satu prajurit, namun gelombang qi meledak begitu kuat hingga semua yang berada di sekelilingnya terlempar. Formasi keabadian yang dibangun Long Chen selama sejak lama runtuh dalam sekejap. Pilar cahaya yang seharusnya membawanya menembus ranah Immortal kini berubah menjadi pusaran gelap yang menelan segalanya.
Hujan dan kuburan Ibunya lah yang menjadi saksi dari sumpah Tirtan hari itu.
Dan semoga memang tak ada satu dewa pun yang bisa memisahkan mereka.
"Selamat datang di Ethereal"
Kini Wendy sudah berusia 24 tahun, sepenuhnya dewasa dan pulih dari keterpurukan. Wajah dan tubuhnya yang semakin menawan dan perawakannya yang mulai riang.
Perjalanan Fabio dan Thalysa menuju Kerajaan Valtor baru memasuki hari kelima ketika mereka mencapai dataran terbuka yang dikenal sebagai Ashenfield. Matahari senja menyinari lanskap yang suram, menciptakan bayangan panjang di atas tanah abu-abu yang penuh dengan bekas luka bencana. Ashenfield adalah sisa-sisa kehancuran besar selama Cataclysmic Catastrophe, di mana api besar telah melalap kehidupan dan meninggalkan tanah yang penuh energi magis tak stabil. Namun, penduduk setempat yang tangguh berusaha keras menghidupkan kembali daerah ini dengan bercocok tanam, meskipun tanah masih menyimpan jejak kutukan.
Visinya kabur, lalu menjadi jelas.
Dia melihat... sebuah biji. Sebuah biji yang kusam dan tidak berbentuk, seukuran kuku jempol. Tapi dari biji itu, dia bisa merasakan siklus tak berujung dari kehidupan dan kematian, penciptaan dan kehancuran. Itu adalah, benih dari pohon purba yang konon akarnya menembus ke inti dunia dan dahannya menyangga langit!
Akibat buruk yang tidak cuma menimpa manusia, tetapi juga seluruh ciptaan!
Keras trofi kosmis ini secara dramatis dituliskan oleh Jhon Milton dalam sajaknya Paradise Lost sebagi berikut( ia membuka buku itu dan menjelaskannya). " Bumi terluka, dari tempat duduknya, alam mengeluh panjang. Melalui seluruh penampilannya, ia memasang tanda duka. Bahwa semuanya musnah sudah. Segalanya."