Pesugihan Genderuwo
Ia terdiam, didalam pikirannya kemana Ratih dan anaknya?
Sementara itu, Santri-santri yang sejak semalam berjaga kembali membawa alat gali seadanya. Dengan hati berat, mereka mengangkat satu per satu mayat tersebut, memandikannya sebisa mungkin, lalu menyolatkannya.
Meski dosa dan darah melekat, Kyai Ahmad tak ingin mereka dibiarkan membusuk tanpa penghormatan terakhir.
"Kita kuburkan mereka semua dengan layak!" kata Kyai.