Kesempatan Kedua
“Sejak kecil, karena latar belakang keluargaku yang miskin, aku selalu di pandang sebelah mata. Apalagi saat kepergian kedua orang tuaku... Aku semakin merasa rendah diri. Puncaknya saat perceraianku dengan Andi. Dengan status yang baru, rasa rendah diri itu semakin kuat.”
Agni menarik nafas dalam, “Saat pertama kali kita bertemu di swalayan, sedikit banyak aku mulai mendapatkan kembali kepercayaan diriku. Dan ya, saat mendengar ucapan nenek kemarin, aku merasa sangat, sangat berharga. Terima kasih banyak,” tutup Agni dengan senyuman.
Ucapan Agni, membuat aliran darah Samudera kembali lancar. Kekhawatirannya lenyap tak bersisa. Ia kembali menundukkan kepalanya, dan membawa Agni dalam ciuman