PETARUNG JALANAN RUNGKAD JAGATGENI
Angin malam meniupkan semarak rasa, ada napas pertarungan mulai terbaca.
“Diupah berapapun sebenarnya aku tidak mau bekerjasama denganmu. Aku begini karena terpaksa dan menghormati Han,” gumam Anjani pelan, sambil melirik Khansa.
“Lha rumangsamu aku ki happy po piye?” balas Khansa, matanya tetap fokus pada Shih-Tzu, “Mereka sudah mau bergerak, ora usah tukaran. Aku yang kanan. Kamu yang kiri.”