Okay, Boss!
"Kalau udah nggak ada hubungan lagi, pasti lo bakal biasa aja dan nggak peduli. Yang penting urusan udah selesai dan lo juga udah minta maaf, tapi kenapa ke Nindy enggak?"
Raka menghela napas kasar, "Nggak tau, gue ngerasa bersalah dan pingin dia balik lagi ke kantor," ucapnya tersenyum kecut.
Ilham menatap Raka aneh, "Aneh lo, Ka. Kalau Nindy nggak mau ya udah, kita bisa cari karyawan baru yang lebih berpengalaman dari dia."
Raka menggeleng, "Dia beda. Cuma dia yang bisa bikin gue emosi dan bersalah di saat yang bersamaan."