Pustaka
Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Petaka Satu Malam

Petaka Satu Malam

Ayu memasukkan potongan kripik dengan bibir menjebik, bete. Diam-diam Satrio tersenyum tipis. Ia raih ponselnya dan mengetikkan beberapa kalimat. --------- Sebuah rumah dua lantai dengan desain minimalis dan tatanan rapi. Jika memandangnya sekilas, pasti berfikiran pemiliknya mempunyai anak gadis. Lahan kecil yang disulap menjadi taman bunga dan sayur mayur. Gemericik air dari kolam berukuran mini dengan air mancur yang mengalir. Bau segar rumput hijau yang sengaja di tanam di sekitar kolam.
8.715.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 306 kali sebagai ayunan rumah
Baca
+Pustaka
Rumah yang Semu

Rumah yang Semu

Kompleks perumahan yang setahu Diana cukup elit di Semarang. Diana berhenti di depan rumah dengan pagar hitam yang menjulang tinggi. “Mba Novia, aku udah di depan rumah Bukitsari Raya IV Nomor 56 ya” Diana menelepon dari dalam mobil. “Masuk dulu ya Di, Mama belum selesai. Bentar aku bukain pintu” jawab Mba Novia dari ujung telephone. Ketika Diana melewati pagar, tak henti Diana kagum dengan rumah dua lantai bercat putih dengan pilar – pilar di depannya. ‘Ini mah istana, bukan rumah’ gumamnya.
102.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 64 kali sebagai ayunan rumah
Baca
+Pustaka
Jangan Sentuh Saya, Dokter!

Jangan Sentuh Saya, Dokter!

Sementara di seberang sana, beberapa meter dari tempat Aina duduk, Dipta sedang bersama Daffa, bermain ayunan. Kedua anak dan bapak itu begitu bersemangat. Daffa bersemangat menaiki ayunan, sedangkan Dipta bersemangat mendorongnya. Mereka terlihat begitu bahagia dengan tawa yang tak hilang setiap kali Dipta mendorong punggung Daffa hingga anak itu melayang di atas bangku ayunan. Melihat mereka bersama seperti itu, hati Aina terasa damai. Sudut bibirnya ikut tertarik setiap kali tawa putranya tertangkap telinga.
1030.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 840 kali sebagai ayunan rumah
Baca
+Pustaka
Maaf Om, Karena Cintaku Menyusahkanmu

Maaf Om, Karena Cintaku Menyusahkanmu

Sampai di taman belakang Rayan mendapati ayunan yang bergerak pelan dengan Reyna yang meringkuk di dalamnya sambil menengadah melihat langit yang penuh bintang. "Geser, aku ikut." Reyna yang tengah melamun terperanjat mendengar suara Rayan. "Gak muat Ray," Reyna tak bergeming. "Udah, berdiri dulu makanya!" Mau tak mau Reyna menuruti perintah Rayan meskipun dengan bibir manyun. Rayan duduk dalam ayunan dengan agak memiringkan badannya dan menyuruh Reyna duduk menyandar padanya. Ayunan itu berbentuk seperti cangkang telur. Tak terlalu kecil juga tak terlalu besar. Hingga Reyna duduk seperti bocah yang meringkuk di pangkuan ayahnya. Beberapa saat mereka hanya diam menikmati udara malam yang din
1093.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 2.9K kali sebagai ayunan rumah
Tampilkan Ulasan (39)
Baca
+Pustaka
Dian Amalia
Anjas & ortunya reyna tetap mau trima laila dong thor...kasian Lalia & bikin hans miskin ( habis semua hartanya ), nelangsa lahir bathin berdua sama si ular jesica biar mereka rasa/kapok & sebanding dgn penderitaan yg reyna alami. Bikin kita puas dgn cerita mu ini thor.
Penghujung Cerita
ini kayak cerita ayah yang ngerasa ia memiliki anak tapi dalam mimpi dan dapat merasakan kesakitan yang dialami anaknya...lagian kenapa ayahnya ngak ketemu anaknya hingga anaknya mati..padahal cerita awal udah berharap bisa bersatu kok lari ceritanya..ngak nyambung apa yang dibhas kluar dari topik..
Baca Semua Ulasan
Rumah Ramaria

Rumah Ramaria

Mereka suka sekali dengan rumah kami karena rumah ini mengingatkan Caca dan Fadhil pada rumah kakek dan nenek mereka. “Aku suka banget sama rumahnya.” Caca bicara pada kami semua ketika sudah sampai di taman belakang rumah yang luas dan ia mulai memberi saran, membayangkan bahwa di sudut sebelah sana ditaruh gazebo dan di samping dekat pintu ada ayunan untuk anak-anak. Di tengah-tengah taman akan sangat bagus kalau ada air mancur kecil yang dikelilingi tanaman-tanaman kecil. Kami semua tertawa dan Fadhil memeluk tunangannya itu.
104.5K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 157 kali sebagai ayunan rumah
Baca
+Pustaka
Menikah Dengan Paman Tunanganku

Menikah Dengan Paman Tunanganku

Karena kakak Keitlyn dan Anatasya adalah rekan kerja, keduanya mengobrol beberapa patah kata lagi di pesta dan kemudian menambahkan satu sama lain di WeChat. Audrey mengklik foto-foto itu dan melihat lebih dekat, dan langsung terkejut lagi! Ini pastinya adalah rumah terindah di Bund Bay yang pernah dilihatnya! Dia pernah ke rumah temannya sebelumnya. Luasnya sangat kecil, hanya sekitar 90 meter persegi, dan lantainya jelek, jadi tata letak bagian dalamnya tidak begitu bagus. Rumah seperti ini dengan jendela dari lantai sampai ke langit-langit yang memiliki pemandangan ekstra lebar seharusnya merupakan apartemen mandiri yang besar!
9.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 342 kali sebagai ayunan rumah
Baca
+Pustaka
Magang di hati CEO tampan

Magang di hati CEO tampan

Lima Tahun Kemudian… Angin sejuk khas pegunungan Garut berdesir pelan, menerbangkan beberapa helai daun kering di halaman sebuah rumah yang asri. Rumah itu tidak semegah apartemen di atas awan, juga tidak sekecil rumah masa kecil Alya. Rumah itu pas. Dengan halaman rumput yang luas, beberapa pohon buah, dan sebuah ayunan kayu sederhana di bawah pohon mangga yang rindang.
102.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 68 kali sebagai ayunan rumah
Baca
+Pustaka
Kehidupan Setelah Perpisahan

Kehidupan Setelah Perpisahan

Halaman depan yang luas dihiasi taman bermain sederhana, ayunan, perosotan, dan beberapa mainan anak yang menjadi saksi kebahagiaan keluarga itu. Hari itu, Danu mengundang teman dan keluarga ke rumah barunya. Danu duduk di teras bersama Yoga, menikmati sore sambil sesekali memperhatikan anak-anak yang bermain. “Hebat sekali, Bro…” kata Yoga sambil menyenggol bahu Danu pelan. “Begitu nikah lagi, langsung nambah momongan.” Danu hanya tersenyum kecil.
1013.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 316 kali sebagai ayunan rumah
Baca
+Pustaka
Don't Kill My Baby (Indonesia)

Don't Kill My Baby (Indonesia)

Saat hubungan mereka masih hangat, tak sedingin dan sekaku sekarang. Puas bermain ayunan, Rigel mengajak Binar menaiki undakan anak tangga yang mengarah ke rumah pohon berukuran 4 x 5 meter. Di sisi kiri rumah pohon itu terdapat sebuah balkon, sementara di sisi kanan terhubung dengan sebuah jembatan gantung yang berakhir dengan sebuah perosotan. Tak ada debu dan dedaudan di sana. Semua terlihat terawat dan bersih seperti sebuah rumah layak huni.
1023.0K DibacaTertahanDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 782 kali sebagai ayunan rumah
Baca
+Pustaka
Dinodai Sebelum Malam Pertama

Dinodai Sebelum Malam Pertama

Ch-27 Rindu tak bertuan _______________________________ Darren menatap sebuah rumah kayu bergaya rustic agak lama sebelum kembali ke kediamannya. Halaman rumah tersebut begitu minim pencahayaan. Menambah beberapa lampu string di sana dan sofa akan membuat suasana rumah tersebut lebih hangat dan nyaman. Sebuah hammock bisa dipasang di antara pepohonan.
10147.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 4.6K kali sebagai ayunan rumah
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
5678910
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status