Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Pelakor itu Adikku

Pelakor itu Adikku

Aroma antiseptik bercampur bau besi dari darah membuat udara ruangan mendadak menyengat. Sampai di UGD, tim medis langsung sigap. Dokter jaga, seorang pria paruh baya, memeriksa cepat kondisi Nadine. “Tekanan darah turun. Segera pasang infus! Kita harus hentikan perdarahan!” perintahnya. Nadine menggenggam tangan Suster Nisa, suaranya gemetar. “Saya … saya sedang hamil empat bulan …”
1066.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 2.3K kali sebagai bab berdarah menetes tapi tidak sakit
Baca
+Pustaka
NONA JANDA TERJERAT BERONDONG

NONA JANDA TERJERAT BERONDONG

” Boram melihat ke lantai, napasnya tertahan saat dilihatnya darah yang mengalir deras dari sela celana panjangnya hingga akhirnya dia merasakan sakit yang menyakitkan di perutnya. Bik Umang langsung berlari keluar mungkin memanggil Pak Bagas, satpam rumah Nina sementara Boram pelan-pelan terduduk di anak tangga. Kepalanya sudah terasa pusing ditambah lagi Mutia yang menangis membuat pandangannya mulai mengabur. Boram sudah tidak terlalu fokus lagi saat Bik Umang dan Pak Bagas memapahnya masuk ke dalam mobil dan Pak Bagas melajukannya pergi ke rumah sakit. Boram memegangi perutnya yang benar-benar sakit sembari memejamkan mata. Dia tidak tahu apa yang salah karena jatuhnya tadi juga tidak
9.87.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 158 kali sebagai bab berdarah menetes tapi tidak sakit
Baca
+Pustaka
Era Baru

Era Baru

Kakinya gemetar dan memaksanya untuk berlutut, tapi dia terus berusaha menahannya hingga sekujur tubuhnya bergetar dengan hebatnya. “Argh!!!” Barata menggertakkan giginya hingga menggigit bibirnya. Dia benar-benar merasakan dunia berputar dan hancur. Tidak hanya keringat saja yang keluar dari tubuhnya, tapi darah juga mulai mengucur dari sela-sela bibirnya. Matanya memerah dan urat-urat di tubuhnya menonjol. Dia tak kuasa untuk menahan rasa sakit itu.
1057.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.4K kali sebagai bab berdarah menetes tapi tidak sakit
Baca
+Pustaka
Wedding Chaos

Wedding Chaos

Salsabila menyentuh keningnya dan betapa kagetnya saat mendapati cairan berwarna kemerahan yang berasal dari keningnya. "Itu berdarah, Mommy Sabil," lanjut Erland kembali, kini anak itu mulai ketakutan dan tampak pucat. Setelah rasa kagetnya mereda, rasa sakit di kepalanya memang baru terasa. Karena terburu-buru ingin menolong Erland, dia sampai tidak menyadari kalau keningnya tengah mengeluarkan darah segar. "Tidak apa-apa, Sayang. Ini hanya luka kecil, setelah diberikan obat merah pasti sembuh." Salsabila berusaha menenangkan Erland yang sudah terlihat ketakutan melihat keadaannya.
104.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 122 kali sebagai bab berdarah menetes tapi tidak sakit
Baca
+Pustaka
KUKU BU SAPTO

KUKU BU SAPTO

Mariyati menunjuk ke arah dada Marsinah. "Ibu lihat sendiri!" Yumna mengambilkan cermin kecil. Saat Marsinah berkaca, dia melihat bajunya penuh darah merah yang masih segar. Tampak Marsinah pun keheranan. "Apa ini?" "Aku juga enggak tahu Ibu. Tiba-tiba Ibu berdarah. Apa enggak terasa sakit?" Marsinah menggeleng. "Enggak ada luka Mariyati. Ibu enggak ngerasa apa-apa."
1078.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 2.3K kali sebagai bab berdarah menetes tapi tidak sakit
Tampilkan Ulasan (37)
Baca
+Pustaka
Nannys0903
Mampir ke karyaku MALAM TANPA NODA Faisal tak menemukan bercak dara di atas ranjang apa benar istrinya sudah tak perawan. memilih menikahi wanita lain pilihan ibuanya tanpa mau menyentuh istri pertama. Mampukah Airi bertahan dalam rumah tangganya.
Hayisa Aaroon
Berbagai hal ganjil yang dialami pemandi jenazah setelah memandikan jenazah benar adanya, itu saya dengar langsung dari mereka. Banyak pelajaran hidup bisa ambil dari mereka yang sudah tidak hidup. Terimakasih Penulis untuk tema luar biasanya, mengingat kematian membuat hati kita, down to the earth.
Baca Semua Ulasan
SELINGKUH DENGAN ISTRIKU

SELINGKUH DENGAN ISTRIKU

bisik Dona sambil melirik Nola di kursi belakang, lalu fokus menatap kepalan tangan Bara, nadanya penuh cemas. “Ini darah, deh...” ucap Dona dengan wajah khawatir, lalu buru-buru menghapus bercak yang sudah mengering itu dengan tisu basah, tangannya sedikit bergetar. “Sakit nggak, Sayang?” tanya Dona, suaranya turun menjadi lirih seakan takut mendengar jawaban. “Nggak ada sakit, nggak ada rasa... aku nggak luka kok,” ucap Bara sambil tersenyum samar, tatapannya kosong.
1015.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 349 kali sebagai bab berdarah menetes tapi tidak sakit
Baca
+Pustaka
Ibu Terluka, Ibu Juga yang Menjaga

Ibu Terluka, Ibu Juga yang Menjaga

Tanganku memberi tanda ke Bima untuk berangkat, karena keadaan Gombloh harus ditangani cepat. Hanya ada goresan dan tanpa perlu jahitan. Pembalut cepat sudah cukup menghentikan pendarahan. "Ibu tetap harus ke rumah sakit. Tekanan darah ibu turun," ucap petugas. Aku menolak dan menjelaskan kalau memang tekanan darahku tidak tinggi. Istirahat sebentar saja sudah pulih. Aku menjauh dari kerumunan saat ponsel ini menyala pertanda ada video call masuk.
102.7K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 60 kali sebagai bab berdarah menetes tapi tidak sakit
Baca
+Pustaka
Bercak Darah di Seprai Adikku

Bercak Darah di Seprai Adikku

“Mbak Cuma mau pinjam charger. Tapi Mbak malah liat lingerie juga underwear laki-laki di kamar kamu.” “Itu punya Eric temen aku. Kemaren aku maen ke rumah dia dan meminjam CD miliknya. Aku nggak mungkin berbuat macam-macam. Aku masih punya pikiran!” “Lantas, bercak darah di seprai kamu?” Dia menoleh dan menatap tajam. “Itu darah menstruasi!” “Ada bercak lainnya juga, Mel. Dan Mbak paham banget bercak apa itu?”
1037.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.1K kali sebagai bab berdarah menetes tapi tidak sakit
Baca
+Pustaka
RAHASIA TIGA HATI

RAHASIA TIGA HATI

Dua bulan yang lalu dia mencoba minum dan pulangnya di antar sama teman-temannya dalam kondisi memprihatinkan. Tubuhnya merah dan bentol-bentol. Celananya bagian belakang ada bercak darah, karena dari an*snya keluar darah. Jadi Bre sama sekali tidak bisa minum meski sedikit saja. Dan butuh waktu berhari-hari untuk kembali pulih.
10456.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 17.3K kali sebagai bab berdarah menetes tapi tidak sakit
Tampilkan Ulasan (91)
Baca
+Pustaka
Alodia Erica Christy
aku di sini kerana mas bre, ML yg di jodoh²kan dengan hilya oleh readers dalam novel "Usai keputusan cerai" gara² mas bre aku rajin buka ruang comment ingin tahu wataknya dari novel mana lol. finally, di chapters 66 author revealed judul novel. thank you author.
hariyas fp
endingnya memuaskan menurutku. ini novel termasuk best sih. suka sama karakter Alan dan Livia, istri yg tau bagaimana cara menghargai suami, dan suami yg mencintai istri dgn nyaris sempurna. bre juga ada peningkatan karakter, dari yg awalnya mudah disetir mamanya >>>
Baca Semua Ulasan
DARAH SEPASANG

DARAH SEPASANG

Episode 19 (Final)  Aneh, tiba-tiba darah Om Rangga berhenti. Aku melihat disela bajunya yang sobek. Nampak, tak ada bekas luka sama sekali. "Om, kok?" "Rawa Rontek Syi. Nanti, akan Om jelaskan kalau semuanya sudah selesai!" Darah yang keluar dari tubuhku tiba-tiba mengering. Tapi, tak seperti Om Rangga, lukaku masih ada.
106.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 167 kali sebagai bab berdarah menetes tapi tidak sakit
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
45678
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status