Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Hanya Sebatas Ibu Susu

Hanya Sebatas Ibu Susu

Tak ayal warga yang juga sedang berolahraga sesaat ikut tersenyum gemas mendengar kekehan Farrel yang lepas. Dari kejauhan, sesosok pria tampan berhenti berlari dan duduk di bangku taman, mengambil napas dalam-dalam untuk memulihkan tenaga. Ia mengangkat tangan ke atas kepala, menikmati udara segar pagi hari sambil memandang sekeliling. Setelah beberapa saat, ia mengambil botol air dari tasnya dan minum dengan lahap, membasahi tenggorokannya yang kering. Dengan wajah yang masih berkeringat, ia tersenyum melihat pemandangan yang menyejukan mata. Pria tersebut adalah Papanya Farrel yang setiap pagi selalu melakukan rutinitas berlari di sekitar komplek, Rafa menatap Rania yang sedang berjalan p
102.6K viewsOngoingAdded to Library 104 Times as bab setiap pagi
Read
+Library
DERITA WAJAH JELEK

DERITA WAJAH JELEK

Malam akhirnya berlalu seiring waktu dengan Bara yang sudah tertidur lelap hingga keesokan hari akhirnya tiba. “Waktunya bangkit!” Bara bangun dari tidurnya dan dengan cepat mandi pagi. Dia pergi ke tempat ibadah sebelum pulang dan mulai bersiap-siap lari pagi. Rutinitas seperti ini juga sudah dia biasakan beberapa bulan ini tanpa mengeluh sedikit pun. Tak kenal lelah melalui hari-hari membosankannya, Bara tak peduli dengan itu. Wajah datar tanpa ekspresi terus berlari.
103.1K viewsCompletedAdded to Library 88 Times as bab setiap pagi
Read
+Library
Pernikahan Penuh Luka

Pernikahan Penuh Luka

Ia tidak tahu bahwa sebelum ia bangun, Bela membeli makanan siap saji lewat ponselnya. “Ini enak banget, Sayang. Ternyata masakanmu enak juga. Oh iya, katanya kamu lagi fase morning sickness?” Bela langsung panik mencari alasan agar Bara tidak curiga. “E… emm… itu, Mas. Tadi aku kuat-kuatin buat masak ini. Makanya kamu harus habisin ya.” Bela tersenyum kecil. “Iya, Mas bakal habisin. Sayang, hari ini Mas pulang ya. Lusa Mas ke sini lagi.”
102.1K viewsCompletedAdded to Library 53 Times as bab setiap pagi
Read
+Library
Semalam Bersama Sahabat Kakakku

Semalam Bersama Sahabat Kakakku

tanyanya sambil membantu Ara duduk. "Lumayan." Bohong. Tapi Ara tidak mau bikin Zayn khawatir. Pelayan menyajikan sarapan—roti panggang, telur, salad buah, dan segelas susu hangat. Semua terlihat sempurna seperti foto di majalah. "Mama belum turun?" tanya Ara. "Mama ada meeting pagi. Papa juga sudah berangkat ke kantor." Zayn menuangkan susu ke gelas Ara. "Jadi hari ini kita berdua aja."
800 viewsOngoingAdded to Library 21 Times as bab setiap pagi
Read
+Library
Seandainya Bertemu Lebih Awal

Seandainya Bertemu Lebih Awal

“Feli, ayo, yang patuh, buka mulutmu.” Telingaku agak memerah. Sejak kecil, aku selalu makan sendiri. Setelah dewasa sekarang, malah disuapi. Rasanya agak memalukan. Abangku yang berada di samping tetap menunjukkan ekspresi datarnya. Dia hanya mengupas kulit udang kesukaanku, lalu meletakkannya di hadapanku.
7.6K viewsCompletedAdded to Library 295 Times as bab setiap pagi
Read
+Library
Saat Terbangun dari Mimpi

Saat Terbangun dari Mimpi

Rafael tidak menyerah. Setelah nomornya diblokir, ia terus berganti nomor untuk mengirim pesan dan meneleponku. Isinya tak lebih dari permintaan maaf, penyesalan, dan berbagai sumpah setia. Aku sama sekali tidak menggubrisnya. Ia mulai mengejarku dengan cara paling kikuk. Setiap pagi, sebuah mobil mewah selalu muncul di bawah gedung kantorku. Bagasinya dipenuhi mawar paling segar.
2.8K viewsCompletedAdded to Library 109 Times as bab setiap pagi
Read
+Library
Babysitter Simpanan Bos Duda

Babysitter Simpanan Bos Duda

Kania juga langsung kembali ke kamarnya. *** Pagi sekali sekitar pukul 4 Bagas baru saja pulang ke rumah. Pada saat itu dia melewati dapur dan melihat Kania sedang membuat makanan sambil melakukan panggilan pada Bi Asih. "Gimana keadaan mas Angga bi?" tanya Kania. "Syukur, masmu sekarang udah bangun, Kan," balas Bi Asih yang di balas senyuman manis oleh Kania.
102.4K viewsOngoingAdded to Library 49 Times as bab setiap pagi
Read
+Library
Pagi Baru Tanpa Dirimu

Pagi Baru Tanpa Dirimu

Hanya tersisa diriku seorang. Aku memungut acar itu dengan hati-hati lalu menyimpannya kembali dengan rapi. Tak lama kemudian, ponselku bergetar. Ada pesan pengingat dari rumah sakit, bahwa tindakan akan dilakukan lima hari lagi. Aku kembali ke kamar, menyiapkan semua dokumen dan kebutuhan penting, lalu menunggu hari itu datang dengan tenang. Namun keesokan harinya, seorang teman menelepon dengan tergesa-gesa.
3.4K viewsCompletedAdded to Library 97 Times as bab setiap pagi
Read
+Library
Ibu Susu untuk Bayi Kakakku

Ibu Susu untuk Bayi Kakakku

Setelah sebelumnya dia kehilangan momen yang Baskara sukai ketika pagi hari. "Asi boosternya jangan dulu di minum aja, nanti malah makin deras. Lihat, baju kamu udah basah aja pagi-pagi, " ucap Baskara seraya melirik ke arah baju bagian atas istrinya yang sudah terlihat basah. "Kata dokter sama mama minum aja. Malah makin bagus buat kualitas asinya nanti. Padahal aku sebelum bikin sarapan tadi udah ganti baju, tapi sekarang basah lagi. "
3.3K viewsOngoingAdded to Library 69 Times as bab setiap pagi
Read
+Library
RAMBUT BASAH SETIAP PULANG KERJA

RAMBUT BASAH SETIAP PULANG KERJA

Dengan penuh semangat, Faris membuka pesan tersebut, lalu membalasnya. Pagi menyapa, seperti biasa setelah shalat subuh Alda sibuk untuk menyiapkan sarapan. Sementara Faris memilih untuk tidur kembali, tepat pukul setengah enam Faris bangun dan bergegas masuk ke dalam kamar mandi untuk membersihkan diri.
109.3K viewsOngoingAdded to Library 354 Times as bab setiap pagi
Read
+Library
PREV
123456
...
10
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status