Pustaka
Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Dead&Queen

Dead&Queen

"Damn, jadi julukan 'DeadQueen' di grup WA beneran terjadi? Deadline bikin lo lunak?" Alma melemparkan bantal ke arahnya. "Diem lo. Besok kita presentasi ke Bu Henny." Saat masuk kamar, HP-nya bergetar. Notifikasi dari Gio: "Btw, gue baru inget. Lo punya alergi kacang kan? Jangan sentuh snack bowl di ruang meeting besok—gue liat ada kacangnya. Ntar lo bersin terus nggak bisa tunjukin ekspresi 'berani' buat kampanyenya sendiri. 😏"
1.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 53 kali sebagai baca death ticket
Baca
+Pustaka
Kematian Palsu Adikku

Kematian Palsu Adikku

Dadaku terasa sakit sampai hampir tak bisa bernapas, tapi melihatnya begitu berduka, aku tetap ingin memeluknya. Aku ingin berbisik padanya, “Nggak apa-apa, ayah. Nggak perlu terlalu bersedih, karena … yang mati itu aku!” Kapten Paul buru-buru mendekat dan menarik ayah menjauh. “Tenangkan dirimu, Jack. Jangan sampai merusak bukti pada jasad itu!” Ayah meronta, bibirnya terus bergetar sambil bergumam,
5.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 160 kali sebagai baca death ticket
Baca
+Pustaka
Humming of Death

Humming of Death

Ia berdiri di sebelah Piero, ikut menyalakan sebatang rokok, lalu bersandar pada pagar balkon lantai dua bangunan tua itu. Mereka berdua hanya terdiam sesaat, ditemani simfoni hujan dan nyala rokok yang redup di tangan Carlo. Piero menyandarkan bahunya pada tiang, memandang lurus ke arah lelaki itu. “Berapa orang yang tewas hari ini… karena barang yang Garrett kirim?” tanyanya akhirnya. Carlo menenggak sedikit birnya sebelum menjawab datar, seolah itu hal lumrah. “Hanya tiga.”
2.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 55 kali sebagai baca death ticket
Baca
+Pustaka
Penguasa Negeri Jin

Penguasa Negeri Jin

Kali ini Zayn, Bayu dan Bayu meneguk ludah bersamaan mendengar ucapan mengerikan yang keluar dari mulut Jin Mustofa. “Maksud om jin, kitab kematian itu seperti Death Note ya ?” tanya Baron. “Nah benar ! seperti Death Note!” sambung Bayu cepat. “Death Note? Apa itu ?” kata Jin Mustofa dengan kening berkerut. “Ya itu semacam kitab kematian. Siapapun yang namanya ditulis di Death Note, maka dia akan mati” kata Baron. “Jadi, kita harus bagaimana ?” tanya Bayu.
1032.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 675 kali sebagai baca death ticket
Baca
+Pustaka
THE DEAD WALK

THE DEAD WALK

Langkah mereka hati-hati, tiap suara ranting patah bikin jantung langsung deg-degan. Di tengah perjalanan, mereka nemu hal yang nggak biasa. Tumpukan mayat zombie. Tapi bukan karena dibunuh manusia—nggak ada bekas tembakan, nggak ada luka tebasan. Lebih kayak... mati sendiri. “Ini...” Rhea jongkok, matanya nyipit. “Kayak mereka mati kelaparan atau... kayak kehabisan energi.” Juno menelan ludah. “Sejak kapan zombie bisa kelaparan?”
101.5K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 49 kali sebagai baca death ticket
Baca
+Pustaka
Catatan Detektif Kematian

Catatan Detektif Kematian

Berdiri di trotoar diantara orang-orang yang berlalu lalang di sana. Sosok itu nyaris menutup seluruh tubuhnya namun ia tahu jika sosok dengan pakaian serba hitam itu tengah berbicara dengannya. Karena entah mengapa, sebuah bisikan tiba-tiba saja terdengar seakan tepat di samping telinga Ervin. "Ervin Seith Addison, waktumu hanya tinggal satu bulan lagi. Jika kau tidak kunjung membuat keputusan, kami akan membawamu secara paksa untuk menjadi bagian dari anak-anak purnama."
1.5K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 38 kali sebagai baca death ticket
Baca
+Pustaka
Aku Hampir Mati di Pesta

Aku Hampir Mati di Pesta

“Cuaca terlalu panas dan ini adalah pesta luar ruangan. Mungkin dia kepanasan karena sudah merangkak begitu lama untuk berakting, dia akan baik-baik saja setelah minum.” Seketika, perasaan kematian menguasaiku. Jantungku berdebar kencang seperti gempa bumi, bahkan bahuku pun ikut bergemetar. Aku terengah-engah, namun tidak sedikit pun udara yang bisa masuk ke paru-paruku, dari tenggorokanku terdengar suara napas berat yang menusuk telinga. Para tamu melihat keanehanku, semua mundur selangkah karena ketakutan.
8.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 230 kali sebagai baca death ticket
Baca
+Pustaka
Cinta Dan Kematian

Cinta Dan Kematian

Warna merah pada irisnya semakin pekat dan mulai menyala. “Lakukan! Apa pun akan kukorbankan,” ucap Adra lantang tanpa ragu. “Ulurkan tanganmu.” Sosok malaikat kematian itu juga mengulurkan tangannya, lalu sebuah kertas usang dengan tulisan dan tanda-tanda rumit muncul. “Taruh ibu jarimu di atas kertas ini.”
104.9K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 192 kali sebagai baca death ticket
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
123
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status