Pesan Nyasar Dari Sahabatku
Jiwanya juga butuh ketenangan.
Tak seberapa lama, mobilku tiba juga di depan gerbang masuk bandara yang dijaga oleh seorang petugas dalam pos berbentuk kotak dengan cat putih biru tersebut. Usai membayar karcis parkir senilai Rp. 3.000. roda mobil pun melesat melewati portal yang telah dibuka. Aku pilih parkir yang tak begitu jauh dari pintu kedatangan. Memang lumayan ramai kondisi saat ini. Untungnya, masih ada slot ruang parkir di bagian belakang. Syukurlah, pikirku.
“Jangan ribut-ribut di tempat umum, Ri. Malu,” pesan Mbak Sherly kepadaku saat kami baru saja turun dari mobil.