Tante, Berhentilah Mengejarku
Dia mencuri pandang ke arah Mila—matanya menatap lurus ke depan, tapi bibirnya tersenyum tipis, seperti sedang menggoda tanpa perlu kata-kata.
Mereka sampai di mall sekitar pukul 10:15. Parkiran basement masih cukup longgar, hanya seperempat penuh. Udara di dalam mall terasa dingin karena AC yang bekerja keras, aroma kopi dari kedai franchise langsung menyambut begitu mereka keluar lift. Musik latar pop ringan mengalir pelan dari speaker ceiling, bercampur suara langkah orang, obrolan pelanggan, dan suara mesin eskalator yang berdengung lembut.