Magang Di Pelukan CEO
Aurelie, di sisi lain sedang mencoba menyelamatkan keadaan sambil menuliskan beberapa opsi di notes digitalnya.
“Mungkin kita bisa gabungkan ketiganya? Misalnya, dusty pink untuk bunga, sage green untuk taplak, dan sentuhan biru langit di undangan?”
Ketiganya diam.
Mama Kejora mengangguk pelan. “Oke. Tapi blue lace-nya harus dari Prancis ya. Nanti aku kirim dari Hamburg.”
Mami Nadira masih terlihat ragu. “Rel, jangan sampai warnanya kayak bendera. Nanti orang pikir ini pesta nasional.”
ตอนยอดนิยม