Mawar Merah Di Ujung Penyesalan
Kantong kertas berisi kue di tangannya terasa menjadi sangat berat, seolah berisi semua penyesalan dan kesia-siaannya.
Di dalam vila, Tania bersandar pada daun pintu yang dingin, lalu perlahan merosot duduk di lantai.
Di luar jendela, hujan mulai turun rintik-rintik.
Mengatakan tidak sedih itu bohong, ulu hatinya masih merasakan denyut sakit yang tipis dan tidak asing.
Namun, yang terasa lebih dominan adalah rasa lega dan lelah setelah semuanya benar-benar berakhir.