Extraordinary Captain
Mungkin karena dirinya yang belum pernah berpengalaman soal cinta.
Vanessa masuk ke dalam kamarnya yang penuh poster-poster bintang Korea. Ia berlari ke arah jendelanya yang terbuka lebar, mengakibatkan gordennya sedikit basah karena air hujan. "Hujannya nggak mau terus terang, sih." Gerutunya. Meletakkan tasnya di meja belajar lalu menghampiri satu-satunya poster terbesar, seorang laki-laki tampan yang berpose menopang dagu, seolah menatapnya. Ini dipasang untuk memenuhi kebutuhan halunya. Ia juga ikut menopang dagu seolah mereka duduk berhadapan.
"Halo, Jae. Udah makan siang belum? Sama aku juga belum, nanti kita lunch bareng, deh." Seolah poster itu berbica, ini sudah biasa.
Hot Chapters