Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Fragmen di Bawah Hujan

Fragmen di Bawah Hujan

Ia memakainya seperti jangkar, bukan tuntutan. Ia keluar rumah dan berjalan menyusuri jalan yang sudah akrab. Langkahnya mantap. Tidak ada rasa ragu di tiap pijakan. Aira menyadari sesuatu yang penting: ia tidak lagi bertanya pada setiap langkah, apakah ini benar? Ia hanya melangkah, dan membiarkan kebenaran menyesuaikan.
101.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 27 kali sebagai bagaimana sikap berjalan dengan benar
Baca
+Pustaka
Petaka Di Gunung Rinjani

Petaka Di Gunung Rinjani

Dia berjalan dengan gait yang tidak stabil, hampir seperti boneka yang digerakkan oleh benang tipis yang akan putus kapan saja. Ucok dengan cepat mundur dari posisinya, meninggalkan jalur depan untuk fokus pada Firman. Dia berlari kecil menuju Firman, melompat dari batu ke batu dengan kegesitan yang menakjubkan, seperti seekor kucing liar yang akrab dengan kehidupan di tebing. "Firman, bagaimana kaki kamu? Terlihat tidak baik," tanya Ucok sambil melepas ransel yang berat di belakangnya.
101.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 42 kali sebagai bagaimana sikap berjalan dengan benar
Baca
+Pustaka
Sangkar Kupu-kupu

Sangkar Kupu-kupu

Angkat sedikit telapak tangan ke arah wajah agar tangan berada di depan perut atas. “ ayo teman teman kalian ikutin Gerakan aku yaa…., oke sebentar aku cek dulu posisi kaki nya benar atau nggak….oke benar semua… next.. adalah Lanjutkan dengan mempelajari cara melakukan second position.”
103.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 116 kali sebagai bagaimana sikap berjalan dengan benar
Baca
+Pustaka
Gadis Penakluk Hati Tuan Muda Tampan

Gadis Penakluk Hati Tuan Muda Tampan

"Tidak perlu seperti model, paling tidak langkahkan kakimu untuk dapat berjalan dalam satu garis lurus. Jangan lupa berikan sedikit senyuman ramah." Yasmin melakukan apa yang diajarkan Jessica, ia terus melangkahkan kaki di atas karpet dengan senyuman manis berjalan santai untuk menunjukan pesonanya. Meskipun mendapat bentakan dari Jessica dan kakinya yang mulai pegal, ia tetap sabar melakukannya dengan baik.
2.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 86 kali sebagai bagaimana sikap berjalan dengan benar
Baca
+Pustaka
Dimanja Suami Kontrak

Dimanja Suami Kontrak

Ia berdiri tegak, mencoba memperbaiki postur sesuai instruksi. “Bagus,” gumam Madam, “Sekarang, cara berjalan.” Ia memperagakan langkah anggun, pelan, tumit menyentuh lantai lebih dulu, langkah lurus dan bahu tetap sejajar. “Kau bukan ratu kecantikan, kau bukan peragawati. Kau adalah nyonya rumah. Langkahmu harus elegan, tapi stabil. Tegas tapi tanpa suara berlebih.”
1016.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 348 kali sebagai bagaimana sikap berjalan dengan benar
Baca
+Pustaka
RAJA TANPA TAKHTA

RAJA TANPA TAKHTA

"Apa langkah pertama yang harus saya ambil untuk memastikan bahwa saya berjalan di jalan yang benar?" Juru Uji menghela napas panjang, lalu berdiri, memberi isyarat agar Mukhayyam ikut berdiri di sampingnya. "Langkah pertama adalah memahami siapa dirimu. Kau tidak akan bisa memimpin dengan baik jika kau tidak mengetahui siapa dirimu sendiri, apa yang kau perjuangkan, dan mengapa kau melangkah di jalan ini. Setelah itu, barulah kau bisa mulai melihat dengan jelas siapa yang perlu kau pimpin, dan bagaimana cara terbaik untuk melayani mereka."
1.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 53 kali sebagai bagaimana sikap berjalan dengan benar
Baca
+Pustaka
Perjanjian Menikahi Bilioner Lumpuh

Perjanjian Menikahi Bilioner Lumpuh

“Tapi aku suka cara Keyna berjalan sekarang.” Sambil tergelak, Louis kembali mendemonstrasikan cara berjalan Keyna. Dengan memajukan perut ke depan dan melangkah dengan kaki lebar. Sekali lagi, William menggeleng tak suka pada perilaku sang putra bungsu. “Jangan kurang ajar, Louis!” bentak William pelan namun tegas. “Tak apa, sayang. Tapi, sepertinya peran Louis belum terlalu menjiwai,” ucap Keyna.
10162.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 3.9K kali sebagai bagaimana sikap berjalan dengan benar
Baca
+Pustaka
MEREKA BEBAS KETIKA KALIAN MATI

MEREKA BEBAS KETIKA KALIAN MATI

ucap Tegar, memberikan satu satunya saran yang bisa ia pikirkan saat itu. Suasana lengang sejenak. Kemudian Jhagad berkata, “Katakan, bagaimana kita melakukannya?” “Pertama, aku akan memeriksa posisi ranjaunya untuk mencari jalur yang aman dilewati. Sebelum itu kalian harus tetap diam di tempat. Dan tetap perhatikan langkah kakiku atau orang di depan kalian sebagai pedoman melangkah selanjutnya. Ingat, kalian harus melangkah sama persis ke tempat yang orang sebelumnya pijak, tidak boleh bergeser sedikitpun!” ujar Tegar menjelaskan rencananya.
1010.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 224 kali sebagai bagaimana sikap berjalan dengan benar
Baca
+Pustaka
Pembantu Rasa Nyonya

Pembantu Rasa Nyonya

teriaknya seraya mengacak lembut rambutku. "Dalam usaha filosofinya sama. Kamu harus bergerak, bisa maju atau mundur. Bahkan, ketika kamu tidak bisa berpindah dari suatu tempat, usahakan jalan di tempat. Intinya, harus terus bergerak. Karena, itu tandanya kamu masih hidup!" "Nah, tergantung kamu. Menyikapinya bagaimana," tambahnya. Aku mendengarkan dengan mengangguk-angguk mengerti walaupun tidak tahu bagaimana aplikasi di masalahku ini
9.81.3M DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 45.2K kali sebagai bagaimana sikap berjalan dengan benar
Tampilkan Ulasan (144)
Baca
+Pustaka
Penghujung Cerita
Rani tidak sadar bahwa dari dulu mas Suma xpernah suka wanita dan wanita pertamanya adalah Rani kalu Suma curang knpa dari dulu tidak buat knpa baru skrng pdhl dia duda udah lama menurutku paling hebat itu Dewi ngk ada wanita lain..
Astika Buana
Terima kasih sudah membaca cerita ini. Ikuti cerita lainnya dengan ketik di kolom pencarian: astika buana. . Terima kasih. Sayangi diri kalian dengan selalu bahagia, apapun keadaannya. . LOVE astika Buana
Baca Semua Ulasan
Dunia yang Terlupakan: Jalan Sang Jenius

Dunia yang Terlupakan: Jalan Sang Jenius

“Kita tidak bisa mengharapkan dunia ini mengubah dirinya sendiri hanya dengan berdiri diam. Kita harus bergerak. Dan kita harus bergerak dengan hati-hati, merencanakan setiap langkah.” Perjalanan mereka tidak akan mudah. Meskipun Rainer merasa siap untuk menghadapi apa pun yang datang, ia tahu bahwa banyak hal bisa salah. Tapi di dunia yang penuh dengan ketidakadilan ini, tak ada pilihan lain selain bergerak maju. Mereka harus menemukan cara untuk memanfaatkan setiap peluang yang ada, tidak hanya dengan sihir, tetapi juga dengan kecerdasan dan strategi yang matang.
2.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 63 kali sebagai bagaimana sikap berjalan dengan benar
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1234569
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status