Godaan Penghuni Kos Puteri
Ujung jarinya mengetuk-ngetuk setang motor, seolah sedang menghitung waktu.
Sesekali bibirnya bergerak pelan, tapi tak ada suara yang benar-benar keluar.
Ia mengembuskan napas keras, lalu menepuk pahanya sendiri.
“Ngomong apa gue nanti, ya…” gumamnya nyaris tak terdengar.
Motor berbelok ke jalan yang lebih sepi. Raga memiringkan kepala, pandangannya kosong ke depan. Rahang bawahnya mengeras, lalu melemas lagi.