Lelaki Kedua
Dan Bang Fajar tidak perlu ketemu dengan pemuda itu.
“Kan tadi aku dah bilang, semuanya bagus. Abang masih suruh aku yang milih. Tau sendiri kan, semakin banyak pilihan semakin bingung akunya,” sahutku sambil mengerucutkan bibir.
‘Seperti kamu yang menghadirkan Farhan di antara kita, kan galau Adek, Bang.’
“Ya namanya toko, ya pasti banyak pilihan lah, gimana sih?” sahut Bang Fajar tertawa kecil. Tapi aku yakin itu tawa yang dipaksakan.
Capítulos Populares