Library
Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Reincarnator From The Past

Reincarnator From The Past

Asahi menahan energi yang masuk kedalam tubuhnya seakan akan sedang di tekan menggunakan sebuah baja di atas. [“Skill Unik : Sang Kebijaksanaan telah di dapatkan”] “Tuan Asahi, amukan aura anda perlahan mereda ...” ucap Asmodeus. “Jadi dia sudah bergabung dengan ku ya ....” ucap Asahi. [“Itu benar ... kita bisa berkomunikasi juga ...”] ucap Raphael. “Jadi bagaimana agar aku bisa mendapatkan tubuh material ...?” tanya Asahi.
1.7K viewsCompletedAdded to Library 38 Times as bahan asahi
Read
+Library
Karena Bau Terasi

Karena Bau Terasi

Dia masih belum tertarik dengan yang Prisil ucapkan. "Kita ke sana yuk, Bang. Sudah buka cabang di Bogor Mall City loh, Bang. Katanya sekarang mau launching stand baru. Tapi bukan butik, melainkan kedai teh. Namanya AiLyn Tea. Apa mungkin nama Abang yang dijadikan nama toko itu ya? Tapi kok, ada Ai nya ya? Apa Ai-yang?" tanya Prisil setengah menertawakan Lyan.
1014.2K viewsCompletedAdded to Library 552 Times as bahan asahi
Read
+Library
Jatuh Cinta Dengan Bos Tampan

Jatuh Cinta Dengan Bos Tampan

' Batin Aisyah lagi. Aisyah duduk di belakang kemudi, sedangkan Angga disisi sang sopir. Sepanjang perjalanan Aisyah menyimak pemaparan Angga tentang bahan rapat yang akan dia sampaikan, untuk saja Aisyah selalu membawa buku kecilnya, dia mencatat bagian-bagian pentingnya saja. "Hmm, Jadi konsumen lebih suka dengan bahan kayu jati yang mana?" Tanya Aisyah.
102.1K viewsOngoingAdded to Library 71 Times as bahan asahi
Read
+Library
ASI Untuk Bosku

ASI Untuk Bosku

gumam Radit sambil menatap Jio yang tertidur lelap di pelukan Elina. Radit lalu mengambil botol ASI hasil pompa dan mencicipinya sedikit. Namun begitu cairan itu menyentuh lidahnya, dia langsung memuntahkannya ke wastafel. “Asin!” Radit buru-buru membilas mulutnya. Elina menatap keheranan. “Pak Radit nggak apa-apa?” “ASI hasil pompa itu… asin rasanya,” jawab Radit, masih dengan ekspresi heran.
10107.9K viewsCompletedAdded to Library 3.0K Times as bahan asahi
Read
+Library
PELANGI DI WAJAH AISYAH

PELANGI DI WAJAH AISYAH

Aisyah terdiam, ia duduk sejenak di atas spring bed empuk yang baru ia beli dari hasilnya menulis cerita. Hingga ia memutuskan memilih gaun berwarna krem dengan jilbab coklat. Ia sejenak mematut dirinya di depan cermin. Gaunnya mungkin tidak mahal namun wajah imut yang Aisyah miliki masih lumayan cantik meski dengan penampilan seadanya.
103.2K viewsOngoingAdded to Library 94 Times as bahan asahi
Read
+Library
KINASIH

KINASIH

Mariana tertidur lelap dengan ponsel masih di tangan. Berbeda tempat, Asih tengah mengurus beberapa pesanan yang masuk padanya. Dia mengolah bahan baku, menjadikannya beberapa menu sesuai pesanan. Sementara Rani juga antusias membantu, bersama-sama mereka menyiapkan nasi box dan menyusunnya dalam sebuah plastik besar untuk selanjutnya diserahkan pada pemesan. "Capek, Ran?" tanya Asih yang menyodorkan sebotol minuman dingin pada wanita itu.
1.5K viewsCompletedAdded to Library 33 Times as bahan asahi
Read
+Library
Hold off

Hold off

Untuk kenang-kenangan karena tidak lama lagi dia akan kembali ke kota, fikirnya. Yama segera menurunkan ponsel saat melihat Asahi keluar sambil membawa tas. Laki-laki muda itu tampak segar dengan rambut basah dan topi di tangan. Asahi tersenyum saat mata mereka bertemu. "Ayo, Mas." "Bawa minum, Asa!" Asahi putar balik. Dia menghampiri Mia yang membuka box pendingin lalu memasukkan beberapa minuman ke plastik sebelum di masukkan ke tas.
4.2K viewsOngoingAdded to Library 91 Times as bahan asahi
Read
+Library
Dinodai Sebelum Malam Pertama

Dinodai Sebelum Malam Pertama

Ia langsung membongkar keranjang rotan, mengeluarkan isinya dan mulai menata bahan untuk membuat sandwich, yaitu roti, tuna dan sosis yang sudah matang termasuk beberapa botol berisi aneka saus. “Bibik, aku mau banyak mayonesnya.” Asyraf mendekati Bik Ningsih dan menunjuk botol mayones. Setelah memastikan pesanan sesuai kesukaannya, Asyraf kembali memainkan mobil-mobilan yang bisa dioperasikan dengan remote control. Mutia berbisik pada telinga Bik Ningsih, “Tumben mainannya awet. Sepertinya sekarang Asyraf sudah insaf, tidak ngerusak barang.”
10147.4K viewsCompletedAdded to Library 5.2K Times as bahan asahi
Read
+Library
Dandelion, Wish, and Wind

Dandelion, Wish, and Wind

Gadis yang sama dengan yang bergabung bersama mereka sebelumnya—Shimizu Yui. “Ibu, kenapa ke sini?” tanya Asahi-Sensei. “Tidak ada alasan khusus. Hanya ingin melihat kegiatan putraku dengan murid-muridnya,” jawab wanita itu. “Ah, kebetulan tadi kami sempat mampir di supermarket. Buah-buahan ini untuk kalian. Silakan dinikmati,” lanjutnya, mengeluarkan potongan buah melon dan semangka yang terbungkus rapi dari kantong belanjaan yang ia tenteng lalu menatanya di atas meja bersama dengan makanan lain yang ada di sana.
104.8K viewsOngoingAdded to Library 180 Times as bahan asahi
Read
+Library
Kode Prosa Aisha

Kode Prosa Aisha

Filan mengakui asumsinya sendiri. “Pakai bahan bunga?” tanya Diksa dengan heran. “Salah satu clue dari Aisha. Bunga krisantemum.” “Krisantemum? Aku ingat minuman kaleng rasa krisantemum,” kata Diksa. “Oh. Aku pernah minum juga,” kata Filan. “Traeum,” kata Recha. Mengetik “nama ilmiah krisantemum” di kotak pencarian Univerence.
9.82.7K viewsOngoingAdded to Library 53 Times as bahan asahi
Read
+Library
PREV
123
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status