HAFALAN CINTAKU: HUMAIRA
kata Humaira cepat, suaranya terdengar pelan tapi cukup jelas.
Arhab berhenti, menoleh ke arah Humaira. “Tapi aku tidak ingin membuatmu tidak nyaman. Aku bisa tidur di sini, tidak apa-apa,” jawabnya, ragu-ragu.
Humaira menggeleng. “Tidak, mas. Tidurlah di ranjang. Kita bisa tidur bersama. Aku akan baik-baik saja,” ujarnya dengan lirih, meski sebenarnya ia sendiri merasa sangat canggung. Tetapi membiarkan Arhab tidur di lantai di malam yang dingin seperti ini adalah sesuatu yang tidak bisa diterimanya.
ตอนยอดนิยม