Bukan Istri Sah
“Eh, kenapa pina kek itu? Kam, tuh bungas Ding ai! (Eh, kenapa begitu? Kamu itu cantik, loh, Dek!”
Damay kembali terkekeh pelan mendengar Isma mengeluarkan bahasa Banjarnya. Hanya ketika menelpon Isma sajalah, Damay baru bisa mendengar bahasa tersebut kembali merasuk di telinga.
“Kek apa ae, kita nih urang kampung, kada level wan inya. (Mau gimana lagi, kita ini orang kampung, nggak level sama dia.” Akhirnya, Damay juga membalas dengan bahasa yang sama.
Hot Chapters