Diam-Diam Kuserahkan Surat Cerai
Yang lebih penting, aku kini menjadi seorang ibu, merasakan cinta paling murni dalam hidupku.
Tritan muncul di ambang pintu, gerakannya tenang dan penuh perhatian seolah takut mengganggu ketenangan di ruangan itu.
Dia melangkah mendekat, lembut menempelkan ciuman di dahiku, lalu menyentuh pipi Dimas dengan ciuman yang sama hangatnya.
“Pesawat sudah siap,” ucapnya pelan. “Kalau mau, kita bisa pulang sekarang.”