Ketika Aku Menginginkan Ayah Sahabatku
Atau disimpan di gudang?
"Mengerti, Alea?" desak Arjuna, tangannya masih di perutku.
"Mengerti, Mas," cicitku, air mata menetes satu butir.
Arjuna tersenyum puas. Dia menghapus air mata itu dengan ibu jarinya, tapi gestur itu terasa kosong.
"Bagus. Sekarang pilih baju menyusui. Saya mau yang sutra, jangan katun kasar."
Dia berbalik dan berjalan menuju rak pakaian, meninggalkan aku yang berdiri mematung di tengah butik mewah, memegang perutku sendiri dengan perasaan ngeri.