Obsesi Yang Menyelamatkanku
Aura pria paruh baya itu kuat dan berwibawa, namun tatapannya tajam dan sulit ditebak, membuat Bianca tak bisa sepenuhnya rileks.
Tak lama kemudian, seorang pria muda muncul, berdiri di samping Tuan Paul. Wajahnya terlihat santai, mungkin seumuran Bianca, tapi matanya menyimpan sesuatu yang sulit diartikan.
“Ini Robi, putra saya,” kata Tuan Paul.
Bianca mengangguk, menjabat tangan Robi dengan hati-hati, berusaha menahan rasa tidak nyaman yang tiba-tiba muncul.
Sikat na Kabanata