Donaturku Ternyata Ayah Sahabatku
Carisa menarik kursi di depan meja rias, menepuk sandaran kursinya.
"Duduk."
"Ca—"
"Duduk dulu. Jangan protes."
Bianca menurut. Ia duduk di kursi beludru merah muda.
Carisa sudah membuka lemari pakaian, kedua pintu terbuka lebar memperlihatkan deretan baju yang tergantung rapi.
Warna-warni. Dari hitam, putih, biru, merah muda, kuning. Blazer, blouse, dress, rok, celana. Semua tergantung dengan jarak yang rapi, seperti di butik.
Hot Chapters